| JudulINDEKS KESESUAIAN LAHAN DAN TINGKAT PRODUKSI KAKAO (Theobroma Cacao L.) DI DESA TIRTANAGAYA KECAMATAN BOLANO LAMBUNU KABUPATEN PARIGI MOUTONG |
| Nama: AGUNG |
| Tahun: 2025 |
| Abstrak RINGKASAN Agung (E 281 20 228), Indeks Kesesuaian Lahan dan Tingkat Produksi Kakao (Theobroma cacao L.) di Desa Tirtanagaya Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong (Dibimbing oleh Bunga Elim Somba dan Rully Akbar Pribudi Djalalembah, 2025). Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai penghasil kakao terbesar di dunia. Tanaman Kakao merupakan komoditi andalan di sektor pertanian dan tumbuh secara merata hampir di seluruh wilayah Indonesia, Termasuk provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Parigi Moutong. Kesesuaian lahan merupakan tingkat kecocokan atau kesesuaian suatu wilayah atau kawasan untuk dimanfaatkan dalam penggunaan tertentu, seperti pertanian, kehutanan, permukiman, atau kegiatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan hubungan indeks kesesuaian lahan dan tingkat produksi kakao di Desa Tirtanagaya Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan metode survey lapangan dengan teknik pengambilan sampel tanah yang ditentukan lokasinya berdasarkan teknik stratifikasi, dan analisis tanah di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Analisis kesesuaian lahan dilakukan dengan menggunakan pendekatan parametrik dengan persamaan indeks storie diikuti dengan analisis hubungan indeks kesesuaian lahan dengan hasil kakao menggunakan koefisien determinasi serta analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukan lahan 1 dan 2 termasuk kelas kesesuaian lahan S3 (Sesuai Marginal). Sedangkan lahan 3 termasuk kelas kesesuaian lahan N1 (Tidak sesuai saat ini). dengan masing-masing nilai indeks lahan 25,25, 26,15 dan 15,84. Pada lahan 1 faktor pembatasnya yaitu tekstur tanah yang memiliki kandungan pasir lebih banyak dan pH tanah rendah. Lahan 2 memiliki faktor pembatas yaitu lereng dan pH, dan lahan 3 dengan faktor pembatas yaitu lereng, tekstur dan pH tanah serta faktor perawatan yang kurang tepat sehingga mempengaruhi produksi kakao. Faktor pembatas lereng pada lahan 2 dan 3 dengan kemiringan 16?n 24% lereng curam yang mengakibatkan aliran air di permukaan tanah semakin meningkat. hal ini menunjukan bahwa lereng yang curam akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kakao. Hasil produksi kakao pada lahan 1 mencapai 500 kg/Ha, kemudian pada lahan 2 mencapai 800 kg/Ha, sedangkan pada lahan 3 hanya mencapai 350 kg/Ha. Koefisien determinasi (R²) antara indeks lahan dan hasil produksi kakao adalah 0,9992. Hal ini mendapatkan korelasi kuat antara indeks lahan dan hasil produksi kakao. Dapat dilihat bahwa indeks lahan bisa digunakan sebagai penduga potensi Kakao di Desa Tirtanagaya. Pendapatan bersih petani kakao pada lahan 1 sebesar Rp 48.820.000 dengan nilai R/C 5,36, lahan 2 Rp 80.140.000 dengan nilai R/C 6,05 dan lahan 3 Rp 31.240.000 dengan nilai R/C 3,90. Kata Kunci : Kakao (Theobroma cacao L.), Indeks kesesuaian Lahan, Tigkat Produksi. |