Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPengaruh Pemberian Limbah Kulit Buah Kopi Terhadap Beberapa Sifat Fisik-kimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L)
Nama: MOH SANDY ALFIANSYAH
Tahun: 2025
Abstrak
RINGKASAN Moh Sandy Alfiansyah (E 281 20 142) Pengaruh Pemberian Limbah Kulit Buah Kopi Terhadap Beberapa Sifat Fisika-kimia Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Serai Wangi ( Cymbopogon nardus L.). Dibimbing Oleh Abdul Rahman dan Danang Widjajanto (2025). Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) adalah salah satu komoditi atsiri yang sangat prospektif. Pertumbuhan serai wangi dapat dipengaruhi oleh kesuburan tanah. Tanah yang subur adalah tanah yang mengandung unsur hara, air dan bahan komponen lainnya. Untuk menjaga kesuburan tanah dan kestabilan produksi tanaman serai wangi perlu pemupukan, Pupuk berpengaruh pada produksi daun dan banyaknya minyak atsiri yang dihasilkan. Salah satu komponen yang dapat dijadikan pupuk organik adalah limbah kulit buah kopi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh pemberian pupuk organik limbah kulit buah kopi terhadap beberapa sifat fisika-kimia tanah dan pertumbuhan tanaman serai wangi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Percobaan dilakukan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Hasil analisis tanah awal pada tanah yang berada di Desa Petobo yang dilakukan di Laboraturium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako yang digunakan dalam penelitian ini memiliki pH H2O 7,07 dengan kriteria tergolong netral, pH KCl 6,35 dengan kriteria tergolong asam, C-Organik 0,75 dengan kriteria tergolong rendah, dan sifat kimia tanahnya memiliki reaksi tanah rendah pada N-total 0,11%, kandungan P2O5 tersedia dengan kategori sedang dan pada kandungan KTK tergolong tinggi 20,33 (cmol(+)kg-1). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, di simpulkan bahwa Penggunaan beragam dosis bokashi kulit buah kopi dapat memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan bobot isi tanah pada perlakuan P5 dengan dosis tertinggi yaitu 15% = 1.200 g / 8 kg tanah per ember, C–organik pada perlakuan P4 dengan dosis 12% = 960 g / 8 kg tanah per ember , dan N–total pada perlakuan P5 dengan dosis yaitu 15% = 1.200 g / 8 kg tanah per ember. Namun pada parameter permeabilitas, ketahanan penetrasi, berat basah akar, berat kering akar, dan total panjang akar tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pemberian bokashi kulit buah kopi pada tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.).

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up