Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulKONDISI FISIK TANAH PERTANIAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq.) DI DESAPARANGGI KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Nama: LILI TRIANA
Tahun: 2026
Abstrak
Lili Triana (E281 19 080). Kondisi Fisik Tanah Pertanian Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Desa Paranggi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. (Dibimbing oleh Prof Dr. Ir. Anthon Monde, M.P) Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan nasional yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, baik sebagai penghasil devisa, penyedia lapangan kerja, maupun bahan baku industri. Namun, produktivitas kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh kondisi lahan, terutama sifat fisik tanah. Tanah sebagai medium tumbuh tanaman berfungsi tidak hanya sebagai penyedia unsur hara, tetapi juga sebagai penyangga sistem perakaran. Sifat fisik tanah seperti porositas, kadar air, bobot isi, dan permeabilitas berhubungan erat dengan kemampuan tanah dalam menyimpan dan menyalurkan air serta udara yang dibutuhkan akar tanaman. Lahan dengan sifat fisik buruk dapat menghambat pertumbuhan akar, menurunkan ketersediaan air, dan pada akhirnya mengurangi produktivitas tanaman. Oleh karena itu, kajian sifat fisik tanah pada lahan kelapa sawit sangat penting untuk mengetahui kualitas lahan dan strategi pengelolaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik tanah pada lahan kelapa sawit di Desa Paranggi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Parameter fisik tanah yang diamati meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas, permeabilitas dan kadar air kapasitas lapang pada kedalaman 20 cm, 40 cm, dan 60 cm. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei lapangan dengan penentuan titik pengambilan sampel tanah secara sengaja (Purposive sampling) dan analisis laboratorium. Sampel tanah diambil menggunakan ring sample dan plastik sampel, kemudian dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Tadulako, Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah pada lahan kelapa sawit di lokasi penelitian berada pada kategori kurang baik. Nilai porositas tanah berkisar antara 32,20% hingga 38,50%, yang menurut kriteria klasifikasi termasuk kategori buruk. Hal ini mengindikasikan bahwa ruang pori tanah tidak optimal untuk mendukung aerasi dan pergerakan air. Nilai bobot isi tanah cukup tinggi, yakni antara 1,24 g/cm³ hingga 1,31 g/cm³, yang menunjukkan adanya pemadatan tanah. Pemadatan ini dapat menghambat penetrasi akar dan menurunkan infiltrasi air. Kadar air tersedia yang diperoleh relatif rendah, yaitu berkisar 7,08% hingga 9,44%, sehingga kemampuan tanah dalam menyimpan air untuk mendukung kebutuhan tanaman kurang optimal. Permeabilitas tanah di lokasi penelitian juga tergolong sedang hingga lambat (1,48 cm/jam hingga 2,54 cm/jam), sehingga laju pergerakan air di dalam tanah tidak berlangsung dengan baik. Secara keseluruhan, sifat fisik tanah pada lahan kelapa sawit di Desa Paranggi menunjukkan adanya kendala berupa porositas rendah, bobot isi tinggi, kadar air tersedia rendah, dan permeabilitas terbatas. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan akar kelapa sawit serta mengurangi efisiensi penyerapan air dan hara.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

#