| JudulPerbandingan Populasi Hama Tungau Ditiga Ketinggian Yang Berbeda Pada Kelor (MORINGA OLEIFERA I) |
| Nama: IRMA NOVIANTI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Irma Novianti (E 281 17 413) Perbandingan Populasi Hama Tungau Ditiga Ketinggian Yang Berbeda Pada Kelor (Moringa Oleifera) (dibimbing oleh Hibban Toana dan Hasrianti, 2024). Kelor dikenal sebagai The Miracle Tree atan pohon ajaib karena terbukti secera alamiah merupakan sumber gizi berkhasiat obat yang kandungannya di luar kandungan tanaman pada umumnya. Tanaman kelor dapat tumbuh dan berkembang di dacrah tropis seperti indonesia. Tanaman kelor dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis hama yang terdapat genotip hama di tiga lokasi yang berbeda yang ada diberbagai ketinggian dan sebaran inangnya. Penelitian ini dilaksanakan pada tiga lokasi pertanaman kelor yaitu Kelurahan Tondo, Kelurahan balaroa dan Kecamatan Paloo. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripiif dengan teknik survei tentang tanaman kelor yang terserang hama: 1. Penentuan tanaman sampel dilakukan dengan Teknik sistematik random sampling yaitu dengan mentilih tanaman sampel secera acak sistematis pada setiap lokasi atau titik pengamatan. Setiap tanaman kelor yang bergejala akan diamati dan diambil sampel daunnya. 2. Pengambilan sampel tungau diambil dari daun di tanaman kelor yang menunjukkan gejala serangan. Dari ketiga lokasi pengambilan sampel yang terdapat hama yang diperoleh selama proses pengambilan sampel. Sampel tungau hama dikoleksi dalam tabung Efendoff yang diberikan alkohol. Variabel pengamatan: 1. Gejala serangan tungau hama yang disebabkan oleh tungau hama di lapangan diidentifikasi dan dibandingkan dengan gejala Serangan yang ada di literatur dari hasil perbandingan tersebut maka diketahui gejala Serangan yang khas yang disebabkan oleh tungau hama pada daun kelor. 2 Populasi tungau hama untuk mendapatkan data populasi tungau hama dilakukan perhitungan pada individu tungau hama yang ditemukan pada tanaman kelor.Perhitungan populasi tungau hama dilakukan secara langsung di lapangan menggunakan hand counter. Analisis data data dianalisis secara deskriptif, berdasarkan jenis/spesies kumbang Coccinellidee yang tetah diidentifikast. Hasil penelitian gejala Serangan yang ditimbulkan oleh tungau hama pada tanaman kelor menunjukkan bercak kuning perak pada bagian bawah daun, dan mengkerut ke bawah dan terdapat benang halus. Kerata populasi tungan yang ditemukan sejumlah 25,7 individu dengan intensitas serangan sejumlah 6.1?berapa jenis tanaman inang yang ditemukan pada sekitar tanaman kelor antara lain: jeruk, sager, pepaya, ubi kayu dan bayam. Saran atau rekomendasi agar waspada pada komoditas lainnya terutama hortikultura yang sedang banyak dibudidayakan di perkotaan. Karena tungau pengaruh memiliki kisaran inang alternatif yang sangat lnas. Oleh karena itu, pertu dilakukan kajian selanjutnya tantang keberadaan tungau hama pada tanaman penting di kota Patu. |