Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulVIABILITAS MANGGIS ( Garcinia Mangostana L ) BERBEDA GENETIK PADA CEKAMAN KEKERINGAN
Nama: DARIUS BATARIAN TA'NA LOGA
Tahun: 2022
Abstrak
Darius Batarian Ta’na Loga (E 281 15 048) Viabilitas Manggis (Garcinia mangostana L.) Berbeda Genetik pada Cekaman Kekeringan ( dibawah bimbingan Enny Adelina, 2020) Tanaman manggis ( Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu komoditas ekspor yang cukup potensial dan sekaligus menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan benih berkualitas yang semakin meningkat maka dibutuhkan perlakuan yang dapat meningkatkan viabilitas dan vigornya, salah satu caranya yaitu dengan perlakuan cekaman kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji viabilitas benih manggis berbeda genetik pada setiap tingkat cekaman air, mengkaji sumber benih manggis yang memiliki viabilitas yang tinggi dan mengkaji kondisi ketersediaan air yang dapat mempertahankan viabilitas manggis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang viabilitas manggis terhadap cekaman kekeringan pada empat kultivar manggis sehingga dapat direkomendasikan dan diaplikasikan ke lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua tahap. Tahap pertama yaitu pesemaian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, tahap kedua yaitu pembibitan dilaksakan di Persemaian Permanen Kompleks Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah. Mulai dari bulan Juli sampai Desember 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK ) pola faktorial. Faktor pertama yaitu sumber benih yang terdiri atas 4. kultivar yaitu 1. Pamona, 2.Tamarenja, 3.Banggai Laut, dan 4. Palolo. Faktor kedua kondisi kelembaban tanah yaitu: 1. Kondisi optimum 100% Kapasitas Lapang (kontrol), 2. Kondisi sub-optimum 85% Kapasitas Lapang, dan 3. Kondisi sub-optimum 70% Kapasitas Lapang. Dengan demikian terdapat 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan yang menghasilkan 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan 5 butir benih sehingga yang digunakan sebanyak 180 benih manggis yang berasal dari Pamona, Tamarenja, Banggai Laut dan Palolo. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa viabilitas benih manggis Banggai Laut pada tingkat cekaman kekeringan kondisi sub-optimum 85 % memberikan dampak yang baik pada volume akar lebih besar, sumber benih manggis Banggai Laut menunjukkan viabilitas yang tinggi terlihat pada tanaman lebih tinggi, jumlah daun terbanyak, segitiga stamina lebih luas, diameter batang lebih besar, volume akar lebih besar, dan daun lebih luas, sedangkan sumber manggis Pamona menunjukkan hasil tertinggi pada indeks vigor hipotetik, kondisi ketersediaan air pada kondisi sub-optimum sampai 85 % memberikan hasil rata-rata tertinggi pada setiap parameter yang diamati yaitu pada pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, luas segitiga stamina, diameter batang, bobot kering akar, indeks vigor hipotetik dan indeks kekeringan. Dengan demikian direkomendasikan perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan mengkaji viabilitas manggis yang berbeda genetik pada tingkat cekaman kekeringan yang lebih tinggi.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up