| JudulRESPON PEMBERIAN KECAP TARUM (Indigofera Sp.) ENZIMATIS DAN FERMENTASI DENGAN LEVEL BERBEDA TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN STATUS FAAL KAMBING KACANG BETINA |
| Nama: AGISNA WIGUNA GOBEL |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Agisna Wiguna Gobel – E20224013, respon pemberian kecap tarum (Indofera sp.) enzimatis dan fermentasi dengan level berbeda terhadap pertambahan bobot badan dan status faal kambing kacang betina, di Bawah Bimbingan oleh H. Abdullah Naser dan Padang. Penelitian ini dilaksanakan di Prima BREED Farm dengan tujuan mengevaluasi pengaruh metode pengolahan dan level pemberian kecap daun Tarum (Indigofera sp.) terhadap performa pertumbuhan, konsumsi pakan, efisiensi penggunaan pakan, dan status faal kambing Kacang betina. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial. Faktor pertama adalah metode pengolahan kecap, yaitu E = Enzimatis dan F = Fermentasi. Faktor kedua adalah level pemberian: 0% (P0/kontrol), 10% (P1), 15% (P2), dan 20% (P3) dari konsentrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi yang signifikan antara metode pengolahan kecap Tarum (enzimatis/fermentasi) dan level pemberian. Pengaruh level pemberian kecap terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, efisiensi pakan, suhu tubuh, frekuensi respirasi, dan pulsus tidak berbeda. Pertambahan Bobot Badan (PBB) metode pengolahan (P<0,05) berpengaruh nyata, sedangkan level pemberian berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Level tertinggi (P3, 20%) menghasilkan PBB terbaik (42,62 g/ekor/hari) dan nyata lebih tinggi dibandingkan kontrol (P0) dan level 10% (P1). Konsumsi Bahan Kering Pakan metode pengolahan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), di mana metode enzimatis menghasilkan konsumsi lebih tinggi (551,03 g/ekor/hari) daripada fermentasi (491,12 g/ekor/hari). Efisiensi Penggunaan Pakan (EPR) berpengaruh sangat nyata oleh level pemberian (P<0,01), dengan nilai tertinggi pada level 20%. Status faal, suhu tubuh tidak berpengaruh nyata dan tetap dalam kisaran normal (38,69–38,86°C). Frekuensi Respirasi: Metode pengolahan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dan level pemberian berpengaruh nyata (P<0,05). Frekuensi Pulsus: Hanya metode pengolahan yang berpengaruh nyata (P<0,05), Pemberian kecap daun Tarum hingga level 20% aman dalam penggunaan (tidak mengganggu homeostasis) dan mampu meningkatkan performa pertumbuhan kambing Kacang betina. Kata Kunci: Kambing Kacang, Kecap Tarum, Metode Pengolahan, Level Pemberian, Pertumbuhan, Status Faal. |