| JudulSTRATEGI KONSERVASI BURUNG MALEO (Macrocephalon Maleo) DI CAGAR ALAM MOROWALI KECAMATAN SOYO JAYA KABUPATEN MOROWALI UTARA |
| Nama: MOHAMAD KOMARUDIN |
| Tahun: 2025 |
| Abstrak ABSTRAK Mohamad Komarudin – E20223021, Strategi Konservasi Burung Maleo (Macrocephalon maleo) Di Cagar Alam Morowali Kecamatan Soyo Jaya Kabupaten Morowali Utara, di Bawah Bimbingan oleh Dr. Ir. Abdul Rosyid, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Naharuddin, S.Pd., M.Si. Penelitian dilakukan bertempat di Kawasan Cagar Alam Morowali selama tiga bulan yakni di mulai pada bulan Maret sampai bulan Juni 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Konservasi Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Cagar Alam Morowali Kecamatan Soyo Jaya Kabupaten Morowali Utara. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan survey lapangan dan wawancara. Adapun teknik pengambilan data melalui beberapa tahapan yakni pengamatan populasi burung maleo dengan inventarisasi titik terkonsentrasi, pengamatan langsung geofisik habitat maleo, sampel informan secara purposive sampling berjumlah 42 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa populasi burung maleo di Cagar Alam Morowali secara visual ditemukan 14 ekor dengan tingkat kepadatan 5,6 ekor/Ha, sedangkan secara nonvisual ditemukan 4 butir telur dengan asumsi 8 ekor tingkat kepadatan 3,2 ekor/Ha. Habitat burung maleo didominasi oleh jenis vegetasi Manilkara fasciculata pada tingkat pohon, jenis Ficus sp1 pada tingkat tiang dan pancang, serta jenis Gronophyllum macrospadix pada tingkat semai. Kondisi geofisik habitat peneluran menunjukkan karakter tanah berpasir, pH 6,5, suhu tanah 37°C, suhu udara 35°C, kelembaban 88%, dan elevasi sekitar 50 mdpl, yang sesuai untuk aktivitas peneluran maleo. Persepsi masyarakat terhadap keberadaan burung maleo sangat positif dengan skor rata-rata 4,88, menandakan dukungan kuat terhadap upaya pelestarian. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi konservasi yang paling tepat diterapkan adalah strategi Strength–Opportunity (S–O) dengan nilai tertinggi 3,06, yaitu dengan memanfaatkan kekuatan ekologis dan dukungan masyarakat untuk meningkatkan upaya perlindungan dan keberlanjutan populasi burung maleo di Cagar Alam Morowali. Kata Kunci: Konservasi, Populasi burung Maleo, Analisis SWOT |