Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulEksplorasi Cendawan Endofit Pada Tanaman Jagung Dan Uji Tingkat Infeksi, Mortalitas, Masa Inkubasi, Terhadap Larva Spodoptera Frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae)
Nama: MOH FADLI ENDE
Tahun: 2023
Abstrak
Moh Fadli Ende, Eksplorasi Cendawan Endofit Pada Tanaman Jagung Dan Uji Tingkat Infeksi, Mortalitas, Masa Inkubasi Terhadap Larva Spodoptera frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) (Dibimbing Oleh Alam Anshary, Shahabuddin, dan Irwan Lakani). Tanaman jagung adalah salah satu komoditas unggulan pertanian dari sub sektor tanaman pangan yang memiliki multi guna dan bernilai strategis untuk dikembangkan kedepannya. Hama S.frugiperda merupakan hama baru pada pertanaman jagung yang ada di Indonesia yang begitu sulit dikendalikan, untuk itu perlu adanya pengendalian yang ramah lingkungan yaitu pengendalian menggunakan cendawan endofit, cendawan ini berasosiasi pada jaringan tanaman yang dapat bersifat entomopatogen pada serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan endofit pada tanaman jagung, dan untuk mengetahui tingkat infeksi mortalitas dan masa inkubasi cendawan endofit tehadap larva S.frugiperda. Penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu eksplorasi tanaman, isolasi dan inokulasi, uji Kolonisasi cendawan endofit, identifikasi cendawan endofit, perbanyakan cendawan endofit, perbanyakan larva S.frugiperda dan uji tingkat infeksi, mortalitas, dan masa inkubasi pada larva S.frugiperda. Hasil Penelitian menunjukan identifikasi cendawan yang didapatkan yaitu isolat dari daun tanaman jagung dari lima lokasi antara lain B. bassiana, V. lecanii, M. anisopliae, Aspergilus Sp, Tricoderma Sp, A. niger, dan Isolat Gumbasa, dari ketujuh cendawan yang diidentifikasi seluruh cendawan mampu mengkolonisasi daun dengan tanda adanya miselia yang tumbuh disekitar daun yang telah diberikan perlakuan. Hasil uji tingkat infeksi dan mortalitas pada cendawan endofit V. lecanii menginfeksi 60% larva dengan mortalitas 52,5 %, Metharizium anisopliae menginfeksi 65 ?ngan mortalitas 60 %, B. bassiana menginfeksi 45 ?ngan mortalitas 42,5 %, Aspergilus sp menginfeksi 82,5 % larva dengan mortalitas 75 ?n Isolat Gumbasa menginfeksi 57,5 ?ngan Mortalitas 55 %. Cendawan Aspergillus sp dan M. Anisopliae memiliki rata rata masa inkubasi tercepat 3,25 dengan interval waktu 3-4 hari, sedangkan masa inkubasi terlama yaitu cendawan B. Bassiana memiliki rata rata masa inkubasi terlama sebesar 4,50 dengan interval waktu 3-6 hari. Dari hasil penelitian menunjukan tingkat infeksi dan mortalitas tertinggi yaitu pada cendawan Aspergillus sp dan masa inkubasi cendawan yang tercepat yaitu Aspergillus sp dan M.anisopliae memiliki rata rata masa inkubasi sebesar 3,25 dengan interval waktu 4-5 hari. Kata kunci: Eksplorasi, Spodoptera frugiperda, Cendawan Endofit.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up