Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulABSTRAK Ni Made Suwitri Parwati, C20314007. Pengaruh Moral Pajak Dalam Perspektif Tri Hita Karana Dan Framing Pajak Terhadap Penggelapan Pajak (Studi Eksperimen Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Suku Bali Perantauan Di Kota Palu). Komisi Pembimbing Muslimin Selaku Promotor, Rosida P. Adam Selaku Ko-promotor 1, Dan Chalarce Totanan Selaku Ko-promotor 2. Penelitian Ini Bertujuan Membuktikan Pengaruh Moral Pajak Dalam Perspektif Tri Hita Karana Dan Framing Pajak Terhadap Tax Evasion. Metode Yang Digunakan Adalah Eksperimen Laboratorium Dengan Desain Faktorial 2x2 Between-subject. Sebanyak 56 Orang Wajib Pajak Bersuku Bali Dilibatkan Menjadi Subjek Dalam Penelitian Ini. Hasil Penelitian Menemukan Pertama, Tax Evasion Pada Wajib Pajak Dalam Perspektif Tri Hita Karana Yang Memiliki Moral Pajak Tinggi Lebih Rendah Dibandingkan Dengan Tax Evasion Pada Wajib Pajak Yang Memiliki Moral Pajak Rendah. Kedua, Tax Evasion Pada Wajib Pajak Dengan Framing Positif Lebih Rendah Dibandingkan Dengan Tax Evasion Pada Wajib Pajak Dengan Framing Negatif. Ketiga, Tax Evasion Pada Wajib Pajak Dengan Moral Pajak Tinggi Lebih Rendah Daripada Wajib Pajak Dengan Moral Pajak Rendah Dalam Perspektif Tri Hita Karana, Baik Pada Perlakuan Framing Positif Maupun Negatif. Keempat, Tax Evasion Pada Wajib Pajak Dengan Perlakuan Framing Positif Tidak Terbukti Lebih Rendah Daripada Pada Wajib Pajak Dengan Perlakuan Framing Negatif Jika Berada Pada Wajib Pajak Yang Memiliki Moral Pajak Rendah Dalam Perspektif Tri Hita Karana. Kata Kunci: Wajib Pajak, Moral Pajak, Tri Hita Karana, Framing Pajak, Tax Evasion
Nama: NANA FITRIANA I. LADJUDO
Tahun: 2021
Abstrak
ABSTRAK Nana Fitriana I Ladjudo (2020), dengan judul “Strategi Pengembangan Wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Di Desa Ngata Baru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi”. Dibimbing oleh Imran Rachman, dan Hasriani Muis. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peran stakeholder dalam pengembangan Wisata Taman Hutan Raya di Desa Ngata Baru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi dan merumuskan strategi untuk mengoptimalkan pengembangan wisata Taman Hutan Raya di Desa Ngata Baru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian dilakukan melalui kegiatan survey dan wawancara yang dilengkapi dengan daftar pertanyaan (Questioner). Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Sementara untuk analisis data menggunakan analisis SWOT dan analisis stakeholder. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa peran stakeholder dalam penelitian ini terbagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok subject merupakan kelompok PKL dan kelompok tani hutan yang memiliki kepentingan tinggi, namun pengaruhnya rendah dalam pengembangan wisata Tahura di Desa Ngata Baru, kelompok key player merupakan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, UPT TAHURA dan Dinas Parawisata yang merupakan stakeholder paling berperan dalam pengembangan wisata TAHURA di Desa Ngata Baru, dan kelompok crowd merupakan Pemerintah Desa dan pengusaha ojek Desa Ngata Baru yang mempunyai peran sangat rendah terhadap pengembangan TAHURA di Desa Ngata Baru. Dari hasil analisis SWOT yang dilakukan, wisata TAHURA di Desa Ngata Baru ke dalam Kuadran Pertama pada diagram SWOT, adapun alternatif strategi yang digunakan, adalah SO (Strength and Opportunities), dengan pertimbangan bahwa wisata TAHURA di Desa Ngata Baru mempunyai potensi alam yang banyak dan besar untuk dikembangkan, akan tetapi belum termanfaatkan secara optimal, untuk itu dalam mengembangkan wisata TAHURA di Desa Ngata Baru harus menciptakan strategi dengan menggunakan kekuatan (Strength) untuk memanfaatkan peluang (Opportunities), yaitu dengan cara: a) Mengelola potensi obyek wisata yang dimiliki (panorama alam yang indah, sejuk dan masih asli; sumber air yang cukup melimpah dan suasana obyek wisata yang memberikan kenyamanan) dengan otonomi daerah yang memberikan kewenangan pemerintah daerah untuk mengelola potensi daerahnya masing-masing; b) Meningkatkan keamanan di obyek wisata guna menjaga kenyamanan dan menarik lebih banyak pengunjung untuk datang ke obyek wisata tersebut; c) Melakukan inovasi produk dan atraksi wisata seperti pengadaan fasilitas permainan air, gardu pandang dan kereta wisata; dan d) Menafaatkan jarak tempuh obyek wisata yang dekat dengan kota untuk mempermudah aksesbilitas pengunjung, serta dapat dengan mudah pula menarik investasi swasta. Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Wisata, TAHURA.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up