JudulTINJAUAN TERHADAP HAK ATAS PENDIDIKAN BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIA PALU |
Nama: YUFRITA NATHALIA SIPPAN |
Tahun: 2025 |
Abstrak Yufrita Natalia Sippan (D 101 23 641), Tinjauan Atas Hak Pendidikan Dari Perspektif Hak Asasi Manusia Di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Palu, dibimbing oleh Prof. Dr. Aminuddin Kasim, SH., MH. dan Dr. Virgayani Fattah, SH., MH. Penelitian ini adalah tipe normatif empiris yang menekankan bagaimana suatu norma hukum yang diimplementasikan di tingktat sosial kemasyarakatan yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini menggunakan dua jenis data berdasarkan sumbernya, yakni data primer melalui wawancara langsung dengan informan baik dari kalangan warga binaan maupun petugas Rutan Kelas IIA Palu. Sementara data sekunder diperoleh dari sumber digital jurnal dan data dokumen di Rutan Kelas IIA Palu, termasuk dari Sistem Data Pemasyarakatan (SDP) versi 3.5.0 sebagai sumber data utama Ditjen Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imi-Pas). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa para warga binaan di Rutan Kelas IIA Palu merasa terbantu dengan adanya penyediaan jalur Pendidikan informal dengan dua bentuk yakni pembinaan dan pembimbingan. Untuk kegiatan pembimbingan lebih menekankan pada soft skill khususnya etika, adaptasi dan kemampuan mengelola emosional. Sementara pembimbingan berorientasi pada kemampuan hard skll dalam upaya membekali pengetahuan teknis dan praktis yang dapat digunakan dalam kemandirian ekonomi warga binaan di saat mereka telah memasuki fase reintegrasi pada masyatakat. Mereka secara umum mampu berubah secara psikososial dan juga produktif dalam menggeluti berbagai kegiatan keterampilan seperti bakat di bidang musik, pangkas rambut dan juga menjahit. Kemampuan mereka berdaptasi diri dengan lebih mendekatakan diri kepada Allah SWT sehingga lebih tenang, rendah hati, dan tawakkal dalam menghadapi pertanggung jawaban hukum yang dijalani. Sementara kemampuan teknis yang dimiliki menjadi social capital atau modal sosial di saat telah berada di tengah-tengah masyatakat. Hasil utama yang diperoleh dari penelitian ini bahwa semua warga binaan yang telah mengikuti Pendidikan informal dapat berubah baik karena kemampuan soft skill maupun karena hard skill secara inklusif. Kata Kunci: Hak Atas Pendidikan, Rumah Tahanan Kelas IIA Palu, Pendidikan dan Pengajaran |