Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPENERAPAN SANKSI DOUBLE TRACK SISTEM TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM PADA PENGADILAN NEGERI DONGGALA KELAS II
Nama: MUH AFANDI
Tahun: 2026
Abstrak
ABSTRAK Muh Afandi, D.10121389, Penerapan Sanksi Double Track Sistem Terhadap Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Pada Pengadilan Negeri Donggala Kelas II, Pembimbing I : Syachdin dan Pembimbing II : Awaliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanksi double track system terhadap anak yang berkonflik dengan hukum di Pengadilan Negeri Donggala Kelas II serta penerapan sanksi double track system di Pengadilan Negeri Donggala Kelas II efektif dalam merehabilitasi anak yang berkonflik dengan hukum dengan penelitian empiris. Hasil penelitian bahwa Penerapan sanksi double track system terhadap anak yang berkonflik dengan hukum di Pengadilan Negeri Donggala Kelas II pada prinsipnya telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Hakim tidak hanya menjatuhkan sanksi pidana, tetapi juga mempertimbangkan penerapan sanksi tindakan dengan mengacu pada Laporan Penelitian Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan. Penerapan sistem dua jalur ini menunjukkan adanya upaya menyeimbangkan antara pertanggungjawaban pidana anak dan tujuan rehabilitasi, meskipun dalam praktiknya masih ditemukan kecenderungan dominasi sanksi pidana akibat keterbatasan sarana dan prasarana rehabilitasi dan Penerapan sanksi double track system di Pengadilan Negeri Donggala Kelas II secara umum telah efektif dalam merehabilitasi anak yang berkonflik dengan hukum, khususnya melalui penerapan sanksi tindakan yang disertai pengawasan Balai Pemasyarakatan. Efektivitas tersebut terlihat dari rendahnya tingkat pengulangan tindak pidana, adanya perubahan perilaku anak, serta kemampuan anak untuk kembali berintegrasi dengan keluarga dan lingkungan sosialnya. Namun demikian, efektivitas penerapan sistem ini belum sepenuhnya optimal karena masih dipengaruhi oleh keterbatasan sarana rehabilitasi, peran keluarga yang belum maksimal, serta keterbatasan sumber daya pendampingan Kata Kunci: Anak, Sanksi, Double Track Sistem

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

slot gacor https://vta.kemenhub.go.id/assets/