| JudulMAKNA LABA DALAM PERSPEKTIF PETANI PADI SAWAH |
| Nama: MOH. FAISAL |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Moh Faisal C 301 20 167. Makna Laba Dalam Perspektif Petani Padi Sawah DidesaPonggerang Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. Skripsi. ProgramStudi S1Akuntansi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Tadulako. Dibawahbimbingan Abdul Kahar. Penelitian ini bertujuan memahami makna laba dari sudut pandang petani padi sawahdi Desa Ponggerang, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Penelitianmenggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Datadiperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap tiga informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tidakmemaknai laba semata sebagai selisih antara pendapatan dan biaya seperti padaakuntansi konvensional. Bagi mereka, laba memiliki makna yang lebih luas, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan kultural. Dari sisi ekonomi, laba dipahami sebagai kecukupan hasil panen untuk keberlanjutan usaha tani, termasuk penyediaanmodal musim tanam berikutnya dan kesempatan memperluas lahan garapan. Dari sisi sosial, laba berarti kemampuan untuk berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan, adat, dan keagamaan. Sementara dari sisi kultural, laba berkaitan dengan pelestariantradisi lokal seperti berbagi hasil panen. Temuan ini menegaskan bahwa bagi petani, laba adalah konsep multidimensi yang berorientasi pada keberlanjutan hidup, keterikatan sosial, dan nilai budaya, bukan hanya keuntungan finansial. Kata kunci: makna laba, petani padi sawah, keberlanjutan, sosial-kultural. |