| JudulPENYEMBUHAN MELALUI KATA-KATA DAN PEMBELAJARAN : STRATEGI KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN DALAM REHABILITASI NARKOBA |
| Nama: KARAENG AZHAM AGUS |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak This study aims to analyze the role of therapeutic communication and health education in enhancing the effectiveness of drug rehabilitation programs at the National Narcotics Agency (BNN) of Tojo Una-Una Regency. A qualitative approach with a case study design was employed through observation, in-depth interviews, and documentation involving ten informants—seven rehabilitation clients and three officers. Data were analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s Interactive Model with the support of Nvivo 12 Plus software. The findings reveal that therapeutic communication, encompassing openness, empathy, supportive behavior, positive attitude, and similarity, fosters warm and trusting interpersonal relationships between officers and clients. Empathy-based and family-oriented communication motivates clients to recover from addiction. Furthermore, health education guided by the Health Belief Model (HBM) improves clients’ risk awareness, self-efficacy, and understanding of the benefits of behavioral change toward a healthy lifestyle. Continuous and contextual education helps clients build resilience and reduce relapse risk. These findings emphasize that the success of rehabilitation at BNN Tojo Una-Una is not solely determined by medical interventions but strongly relies on the quality of interpersonal communication and sustainable health education as empowerment strategies for clients’ holistic recovery. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi terapeutik dan pendidikan kesehatan dalam meningkatkan efektivitas program rehabilitasi narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tojo Una-Una. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan sepuluh informan, tujuh klien rehabilitasi dan tiga petugas. Data dianalisis menggunakan Model Interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan dukungan perangkat lunak Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik, yang meliputi keterbukaan, empati, perilaku suportif, sikap positif, dan kesamaan, menumbuhkan hubungan interpersonal yang hangat dan saling percaya antara petugas dan klien. Komunikasi berbasis empati dan berorientasi keluarga emotivasi klien untuk pulih dari kecanduan. Lebih lanjut, pendidikan kesehatan yang dipandu oleh Model Keyakinan Kesehatan (Health Belief Model/HBM) meningkatkan kesadaran risiko, efikasi diri, dan pemahaman klien tentang manfaat perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Pendidikan berkelanjutan dan kontekstual membantu klien membangun ketahanan dan mengurangi risiko kambuh. Temuan ini menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi di BNN Tojo Una-Una tidak hanya ditentukan oleh intervensi medis, tetapi sangat bergantung pada kualitas komunikasi interpersonal dan pendidikan kesehatan berkelanjutan sebagai strategi pemberdayaan untuk pemulihan holistik klien. |