Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPENERAPAN BUDAYA KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DAN KUALITAS PELAYANAN
Nama: SOFYAN A. OINTU
Tahun: 2026
Abstrak
This study aims to explore the impact of Human Resources (HR) play a crucial role in the success of any organization, including hospitals. A strong work culture, encompassing the values of professionalism, cooperation, excellent service, innovation, and exemplary behavior, can improve the quality of hospital services. However, the implementation of work culture at Regional General Hospital still faces technical and facility constraints that hinder its effectiveness. This study aims to evaluate the impact of work culture implementation on HR performance and service quality. The method used was a qualitative case study with an explanatory approach, using purposive sampling to select eight informants consisting of five nurses and three patients. Data were analyzed using the Nvivo 12 Plus application for Windows. The results showed that although work culture values had been implemented, obstacles such as information system disruptions, changes in BPJS policies, and limited facilities still hampered optimal implementation. This study suggests the need for infrastructure improvements and managerial support to enhance the implementation of work culture and service quality. In conclusion, the synergy between a strong work culture and adequate system support will improve service quality in hospitals. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak peran penting Sumber Daya Manusia (SDM) dalam keberhasilan organisasi mana pun, termasuk rumah sakit. Budaya kerja yang kuat, yang mencakup nilai-nilai profesionalisme, kerja sama, pelayanan prima, inovasi, dan perilaku teladan, dapat meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Namun, implementasi budaya kerja di Rumah Sakit Umum Daerah masih menghadapi kendala teknis dan fasilitas yang menghambat efektivitasnya. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi budaya kerja terhadap kinerja SDM dan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pendekatan penjelasan, menggunakan pengambilan sampel bertujuan untuk memilih delapan informan yang terdiri dari lima perawat dan tiga pasien. Data dianalisis menggunakan aplikasi Nvivo 12 Plus untuk Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai budaya kerja telah diimplementasikan, hambatan seperti gangguan sistem informasi, perubahan kebijakan BPJS, dan keterbatasan fasilitas masih menghambat implementasi yang optimal. Studi ini menyarankan perlunya peningkatan infrastruktur dan dukungan manajerial untuk meningkatkan implementasi budaya kerja dan kualitas pelayanan. Kesimpulannya, sinergi antara budaya kerja yang kuat dan dukungan sistem yang memadai akan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up