Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulMENYINGKAP FENOMENA ANGGARAN STUNTING PROVINSI GORONTALO: PENDEKATAN FENOMENOLOGI TRANSENDENTAL
Nama: RAPIKA ANWAR
Tahun: 2026
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan memahami makna pengelolaan anggaran stunting di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi transendental. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari kepala daerah, Bappeda, DPRD, organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat penerima manfaat program. Analisis data dilakukan melalui tahapan noema, noesis, variasi imajinatif, dan sintesis esensi untuk mengungkap makna terdalam dari pengalaman aktor dalam pengelolaan anggaran stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran stunting tidak dapat dipahami sebagai proses yang linier dan mekanistik, melainkan sebagai sistem yang dinamis dan adaptif. Pada dimensi input, anggaran dipengaruhi oleh hubungan aktor yang sarat kepentingan dan kekuasaan. Pada dimensi perencanaan, program sangat bergantung pada nilai dan stabilitas anggaran. Pada dimensi pelaksanaan, implementasi kebijakan berlangsung melalui konvergensi lintas sektor dan praktik adaptif terhadap kondisi lapangan. Pada dimensi pengawasan, pengelolaan anggaran dilakukan melalui kontrol berlapis yang belum sepenuhnya optimal. Sementara itu, pada dimensi output, anggaran menghasilkan dampak sosial berupa penurunan stunting, perubahan perilaku masyarakat, serta munculnya inovasi lokal. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan sintesis makna bahwa anggaran stunting merupakan “ruang gerak” pemerintah dalam orkestra politik anggaran. Anggaran tidak hanya berfungsi sebagai instrumen alokasi keuangan, tetapi sebagai arena praktik kebijakan yang dinamis, di mana aktor berinteraksi, berkomunikasi, dan beradaptasi dalam menghadapi kompleksitas realitas sosial. Penelitian ini juga menghasilkan konsep dengan model konteks “Orkestra Politik Anggaran” yang menggambarkan pengelolaan anggaran sebagai suatu siklus yang melibatkan input, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, output, dan umpan balik. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan perspektif baru dalam kajian penganggaran publik, dengan mengintegrasikan teori politik anggaran dan fenomenologi untuk memahami anggaran sebagai pengalaman yang hidup (lived experience). Secara praktis, penelitian ini memberikan dampak bagi pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak sosial. Kata kunci: Anggaran Stunting, Fenomenologi Transendental, Kebijakan Publik, Politik Anggaran, Konvergensi, Dampak Sosial.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

kentangbet https://medwinsoft.com/