Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPERAN KOLABORASI LOGISTIK DALAM MENDUKUNG PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP KINERJA LOGISTIK PEDESAAN
Nama: SURYADI HADI
Tahun: 2026
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis peran kolaborasi logistik pedesaan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara modal sosial dan kinerja logistik pedesaan di Provinsi Sulawesi Tengah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa sistem logistik di wilayah pedesaan menghadapi berbagai keterbatasan struktural, baik dalam aspek infrastruktur, koordinasi antarpelaku, maupun akses terhadap jaringan distribusi yang lebih luas. Dalam konteks tersebut, modal sosial yang tercermin dari jaringan sosial, kepercayaan, dan pemahaman bersama berpotensi menjadi fondasi bagi terbentuknya kolaborasi logistik yang dapat meningkatkan kinerja sistem distribusi di pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian crosssectional. Populasi penelitian adalah pedagang pengumpul yang beroperasi di empat kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Kabupaten Donggala, Poso, Parigi Moutong, dan Sigi. Sampel berjumlah 151 responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4, melibatkan konstruk second order untuk variabel modal sosial, kolaborasi logistik pedesaan, dan kinerja logistik pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modal sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kolaborasi logistik pedesaan (H1 terdukung); (2) kolaborasi logistik pedesaan berpengaruh positif terhadap kinerja logistik pedesaan, meskipun tidak signifikan secara statistik (H2 tidak terdukung); (3) modal sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja logistik pedesaan (H3 terdukung); serta (4) kolaborasi logistik pedesaan memediasi secara penuh (full mediation) pengaruh modal sosial terhadap kinerja logistik pedesaan (H4 terdukung). Nilai Variance Accounted For (VAF) sebesar 74% mengkonfirmasi dominasi mekanisme mediasi kolaborasi logistik dalam model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa modal sosial berfungsi sebagai relational capital yang menjadi prasyarat terbentuknya kolaborasi logistik, sementara kolaborasi logistik berperan sebagai organizational capital yang mentranslasikan potensi sosial menjadi kinerja operasional yang terukur. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan Social Capital Theory, Transaction Cost Theory, dan Resource-Based View dalam kerangka model logistik pedesaan, serta implikasi praktis bagi perumusan kebijakan pengembangan logistik pedesaan yang lebih kolaboratif dan berbasis komunitas.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

MUSANG178