| JudulSTRATEGI PENGUATAN KAPABILITAS INSPEKTORAT DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGAWASAN INTERNAL PEMERINTAH DAERAH: STUDI PADA KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN |
| Nama: MENTI MELANI PAKPAHAN |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Menti Melani Pakpahan. C 202 24 046. “Strategi Penguatan Kapabilitas Inspektorat Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Internal Pemerintah Daerah: Studi Pada Kabupaten Banggai Kepulauan” dengan Pembimbing Utama Muh. Yunus Kasim dan Pembimbing Anggota Darman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting kapabilitas Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan, mengidentifikasi faktor penghambat, serta merumuskan dan memprioritaskan strategi penguatan untuk mencapai Kapabilitas APIP Level 3 (Integrated). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka Internal Audit Capability Model (IA-CM), yang dipadukan dengan analisis SWOT untuk pemetaan faktor strategis dan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para informan kunci, observasi, dan telaah dokumen. Hasil diagnosis IA-CM menunjukkan bahwa kapabilitas Inspektorat saat ini berada pada tingkat infrastruktur, yang ditandai dengan dominasi peran sebagai pemeriksa ketaatan (watchdog) dan belum optimalnya pelaksanaan audit berbasis risiko secara substantif. Analisis faktor strategis internal menunjukkan bahwa organisasi memiliki posisi yang cukup kuat untuk melakukan transformasi, terutama didukung oleh aspek kuantitas personil dan integritas auditor. Namun, evaluasi faktor eksternal mengindikasikan adanya tantangan yang cukup berat, khususnya terkait rendahnya budaya sadar risiko di lingkungan perangkat daerah serta tekanan dari status opini keuangan daerah yang belum maksimal. Secara keseluruhan, posisi strategis organisasi berada pada kuadran agresif, yang berarti kekuatan internal yang dimiliki mampu dimanfaatkan secara optimal untuk mengeksploitasi peluang eksternal guna mendukung kebijakan pertumbuhan melalui ekspansi peran APIP. Berdasarkan analisis prioritas strategi, penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui mekanisme pelatihan mandiri dan berbagi pengetahuan menjadi prioritas utama sebagai fondasi bagi strategi lainnya. Strategi tersebut diikuti secara berurutan oleh penajaman metodologi audit berbasis risiko, optimalisasi pengawasan pada area kritis penyebab opini keuangan daerah yang belum maksimal, serta pengembangan sistem pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan secara digital. Temuan penelitian menegaskan bahwa pembangunan modal manusia merupakan prasyarat mutlak yang mendahului aspek teknologi dan metodologi dalam mengakselerasi tingkat kapabilitas guna mendukung tata kelola pemerintahan yang baik Kata Kunci: Kapabilitas APIP, IA-CM, Strategi Penguatan, SWOT, Analytic Hierarchy Process (AHP). |