| JudulPENGARUH DEWAN DIREKSI, KOMISARIS INDEPENDENT DAN KOMITE AUDIT TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KINERJA KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI STUDI KASUS PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2021-2025 |
| Nama: INDA SRI WAHYU N. NASER |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Inda Sri Wahyu N. Naser, C 202 24 013. Pengaruh Dewan Direksi, Komisaris Independent Dan Komite Audit Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Mediasi Studi Kasus Pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2021-2025 (dibimbing oleh Prof. Dr. Muslimin, S.E., M.M dan Dr. Fatlina Z, S.E., M.Bus Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dewan direksi, komisaris independen, dan komite audit terhadap nilai perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai variabel mediasi pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa perubahan struktur tata kelola perusahaan pada BUMN tidak selalu diikuti oleh peningkatan nilai perusahaan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas mekanisme Good Corporate Governance (GCG) dalam meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan. Selain itu, karakteristik BUMN yang berada di bawah kendali pemerintah memungkinkan adanya pengaruh kebijakan publik dan political connection yang dapat memengaruhi efektivitas mekanisme tata kelola perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda serta analisis mediasi menggunakan metode bootstrap dengan bantuan program SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan jumlah sebanyak 19 perusahaan. Sampel penelitian terdiri dari 12 perusahaan BUMN yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan periode pengamatan tahun 2021–2025 sehingga diperoleh 60 observasi penelitian. Nilai perusahaan diukur menggunakan rasio Tobin’s Q, kinerja keuangan diproksikan melalui Return on Assets (ROA), sedangkan mekanisme tata kelola perusahaan diukur melalui jumlah dewan direksi, proporsi komisaris independen, dan jumlah komite audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan direksi, komisaris independen, dan komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dewan direksi dan komite audit juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Sementara itu, kinerja keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa kinerja keuangan tidak mampu memediasi pengaruh dewan direksi, komisaris independen, maupun komite audit terhadap nilai perusahaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam konteks BUMN di Indonesia, nilai perusahaan lebih dipengaruhi oleh kinerja keuangan dibandingkan struktur tata kelola formal. Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme tata kelola pada BUMN belum sepenuhnya berfungsi optimal, yang dapat dipengaruhi oleh dominasi peran pemerintah sebagai pemegang saham pengendali serta dinamika kebijakan yang memengaruhi pengelolaan perusahaan. |