| JudulANALISIS SEKTOR BASIS DAN POTENSI EKSPOR DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI REGIONAL PASIGALA PROVINSI SULAWESI TENGAH |
| Nama: JUMRIANI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak “ANALISIS SEKTOR BASIS DAN POTENSI EKSPOR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI REGIONAL PASIGALA PROVINSI SULAWESI TENGAH” Jumriani1; Yunus Sading2; Nurnaningsih3 Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako ABSTRAK Pembangunan ekonomi daerah memerlukan identifikasi sektor unggulan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan. Perbedaan struktur ekonomi antar wilayah menyebabkan setiap daerah memiliki sektor basis yang berbeda sesuai karakteristik sumber daya dan aktivitas ekonominya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor basis dan nonbasis menggunakan metode Location Quotient (LQ), menganalisis Basis Ekspor sebagai indikator potensi surplus ekonomi, serta merumuskan implikasinya terhadap pengembangan ekonomi regional di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa PDRB menurut lapangan usaha atas dasar harga konstan periode 2020–2024 dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan melalui perhitungan LQ dan dilanjutkan dengan analisis Basis Ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Palu didominasi sektor jasa, perdagangan, administrasi pemerintahan, serta informasi dan komunikasi sebagai sektor basis. Sementara itu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala memiliki sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebagai sektor basis utama yang didukung sektor perdagangan, konstruksi, dan jasa. Analisis Basis Ekspor menunjukkan adanya perbedaan potensi surplus ekonomi, dengan sektor Administrasi Pemerintahan di Kota Palu serta sektor Pertanian di Kabupaten Sigi dan Donggala sebagai penyumbang terbesar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis LQ dan Basis Ekspor mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai sektor unggulan dan potensi surplus ekonomi sebagai dasar penentuan prioritas pengembangan ekonomi regional sesuai karakteristik masing-masing daerah. Kata Kunci: Location Quotient, Basis Ekspor, Sektor Basis, Pengembangan Ekonomi Regional, PDRB. |