Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPERSPEKTIF KEBERADAAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEMULUNG DI KELURAHAN KAWATUNA KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU
Nama: I KETUT DARMA SETYAWAN
Tahun: 2019
Abstrak
ABSTRAK I KETUT DARMA SETYAWAN C 101 13 087, Perspektif Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Tehadap Kondisi Sosial Ekonomi Pemulung di Kelurahan Kawatuna Kecamatan Mantikulore dibimbing oleh Pembimbing Utama Bapak Prof. Dr. Anhulaila.M,P,S.E.,M.S. dan Pembimbing Pendamping Ibu Santi Yunus, S.E.,M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kehidupan sosial ekonomi pemulung yang bekerja di TPA sampah Kawatuna yang dilihat dari sisi sosial meliputi kondisi pendidikan dan kesehatan pemulung, dari sisi ekonomi melihat pendapatan pemulung. Metode analisis yang digunakan dalam menganalisis permasalahan dalam sisi sosial adalah dengan menggunakan analisa kualitatif, seperti data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing / verification, sedangkan dalam sisi ekonomi menggunakan metode analisis pendapatan. Adapun sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel penelitian berjumlah 74 kepala keluarga pemulung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang kehidupan sosial pemulung di TPA sampah Kawatuna berasal dari golongan ekonomi yang lemah dan pemulung yang ada di Kelurahan Kawatuna tidak hanya berasal dari Kelurahan Kawatuna tetapi, juga ada yang berasal dari daerah-daerah lain seperti daerah Palolo, Sigi Biromaru dan lain sebagainya, faktor yang membuat mereka menjadi pemulung diantaranya: faktor pendidikan, faktor ekonomi. Tingkat kepedulian masyarakat sekitar dengan masyarakat pemulung terjalin dengan baik tidak hanya terlihat dari segi interaksi saja. Hal ini juga ditandai dengan adanya bantuan-bantuan masyarakat sekitar kepada masyarakat pemulung serta adanya bantuan dari pihak Pemerintah dengan bentuk bantuan pemeriksaan kesehatan yang tiap satu bulan datang untuk membantu, dan kebanyakan pemulung mengeluh mengalami sakit pinggang. Hal ini disebabkan karena pekerjaannya yang selalu membungkuk serta adanya beban yang mereka pikul, adapun tujuan mereka bekerja di TPA tersebut adalah agar supaya dapat memenuhi kebutuhan keluarga serta dapat menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Adapun pendapatan pemulung di TPA sampah Kawatuana Rp 1.279.212,- per bulan Kata Kunci : Keberadaan TPA sampah Kawatuna, sosial ekonomi pemulung

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up