| JudulHAMBATAN KOMUNIKASI KEMENDUKBAGGA/BKKBN DALAM MENSOSIALISASIKAN PROGRAM GENTING (GERAKAN ORANG TUA ASUH CEGAH STUNTING) DI KOTA PALU |
| Nama: A.TENRI AYU ASTUTI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak A.Tenri Ayu Astuti B 501 22 109, Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Public Relation. Skripsi Hambatan Komunikasi Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Dalam Mensosialisasikan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Di Kota Palu. Di bawah bimbingan Muchri Ramah sebagai konsultan I dan Giska Mala Rahmarini sebagai konsultan II. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatanhambatan komunikasi yang dihadapi Kemendukbangga/BKKBN dalam mensosialisasikan Program genting di Kota Palu. Analisis penelitian menggunakan teori hambatan komunikasi dari Cangara yang mencakup tujuh dimensi penghambat efektivitas komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap delapan informan kunci, observasi langsung, dan dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi program genting telah berjalan di delapan kecamatan, namun masih menghadapi berbagai hambatan di lapangan. Keterbatasan anggaran operasional menyebabkan pendampingan lanjutan tidak dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata, sehingga antusiasme masyarakat yang awalnya tinggi perlahan menurun. Penggunaan istilah kesehatan seperti "1000 HPK" dan "intervensi gizi" membingungkan masyarakat karena jauh dari bahasa keseharian mereka. Rasa malu dan kekhawatiran dinilai tidak bisa mengurus anak membuat warga cenderung pasif dan menutup diri. Jarak sosial antara petugas dan masyarakat menyebabkan komunikasi berlangsung satu arah tanpa umpan balik. Selain itu, kepercayaan tradisional bahwa postur tubuh anak merupakan faktor keturunan menjadi tembok yang paling sulit ditembus melalui sosialisasi konvensional. Kata Kunci: Hambatan Komunikasi, Program genting, Sosialisasi Stunting |