| JudulREPRESENTASI KEKERASAN SEKSUAL DALAM FILM WOMEN FROM ROTE ISLAND |
| Nama: AUREL FALIZA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Aurel Faliza (B501 22 084) “Representasi Kekerasan Seksual Dalam Film Women From Rote Island” Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Broadcasting Universitas Tadulako. Dibimbing Oleh Citra Antasari Sebagai Konsultan I Dan Febriany Sebagai Konsultan II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekerasan seksual dalam film Women From Rote Island dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap 13 scene yang relevan dengan isu kekerasan seksual. Analisis dilakukan menggunakan tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini membangun representasi kekerasan seksual secara bertahap dan sistematis melalui empat fase utama, yaitu tahap awal, tengah, klimaks, dan akhir. Pada tahap awal, kekerasan direpresentasikan dalam bentuk intimidasi dan stigma sosial yang menempatkan perempuan pada posisi rentan dan terbungkam. Pada tahap tengah, terlihat adanya bias institusional, ketimpangan relasi kuasa, serta praktik victim blaming yang semakin menyalahkan korban. Pada tahap klimaks, kekerasan seksual ditampilkan secara intens dan eksplisit, meliputi pelecehan, pemerkosaan, penculikan, hingga pembunuhan sebagai bentuk puncak dominasi terhadap tubuh perempuan. Sementara itu, pada tahap akhir, film menghadirkan proses investigasi dan pengungkapan pelaku sebagai bentuk perlawanan serta upaya memperoleh keadilan. Pada tingkat mitos, penelitian ini menemukan bahwa film tidak hanya merepresentasikan kekerasan seksual, tetapi juga mengungkap berbagai konstruksi sosial yang berkembang di masyarakat, seperti mitos kehormatan perempuan yang dilekatkan pada tubuh dan kesuciannya, mitos korban sebagai aib yang harus disembunyikan, mitos bahwa pelecehan seksual nonverbal tidak dianggap serius, mitos perempuan yang harus diam terhadap kekerasan, serta mitos patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai pihak dominan. Kata Kunci: Representasi, Kekerasan seksual, Semiotika, Roland Barthes, Patriarki. |