| JudulRepresentasi Trauma Pada Karakter Sentry/ The Void Dalam Film Thunderbolts (Analisis Semiotika Roland Barthes) |
| Nama: MOHAMMAD NABIL ATHALAH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Mohammad Nabil Athalah, B 501 22 001, “Representasi Trauma Pada Karakter Sentry/ The Void dalam Film Thunderbolts (Analisis Semiotika Roland Barthes)” Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako. Dibawah Bimbingan Citra Antasari sebagai Pembimbing I dan Nur Haidar Sebagai Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi trauma dan krisis identitas pada karakter Sentry/The Void (Rob Reynolds) dalam film Thunderbolts. Trauma dalam film ini tidak hanya ditampilkan melalui dialog atau penjelasan verbal, tetapi direpresentasikan melalui tanda-tanda visual, ekspresi tubuh, atmosfer sinematik, serta konflik batin yang dialami tokoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang mencakup analisis makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi berupa enam potongan adegan utama yang dianggap paling merepresentasikan pengalaman trauma dan fragmentasi identitas karakter Sentry/The Void. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma pada karakter Sentry/The Void direpresentasikan melalui gambaran kehilangan kendali, ketakutan terhadap diri, serta munculnya alter ego destruktif sebagai manifestasi luka psikologis masa lalu. Pada tingkat denotasi, trauma ditampilkan melalui perubahan ekspresi, perilaku agresif, serta situasi yang menunjukkan tekanan emosional. Pada tingkat konotasi, tanda-tanda tersebut memperkuat makna bahwa trauma membentuk identitas tokoh menjadi terpecah antara sosok pahlawan dan ancaman. Sementara itu, pada tingkat mitos, film membangun narasi bahwa kekuatan besar tidak selalu identik dengan kemenangan, tetapi juga dapat menjadi simbol penderitaan, rasa bersalah, dan ketidakmampuan individu dalam menghadapi luka batin. Dengan demikian, film Thunderbolts merepresentasikan trauma sebagai krisis identitas yang kompleks, di mana individu tidak hanya berjuang melawan musuh eksternal, tetapi juga menghadapi konflik internal yang mengancam keberadaan dirinya sendiri. Kata Kunci: Representasi, Trauma, Semiotika, Roland Barthes |