| JudulKOMUNIKASI KELOMPOK DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM KESETARAAN GENDER (Studi Pada Komunitas Celebes Bergerak Sulawesi Tengah) |
| Nama: WAHYU ALAMSYAH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Wahyu Alamsyah (B 501 21 280) Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Public Relations Universitas Tadulako. Komunikasi Kelompok Dalam Implementasi Program Kesetaraan Gender (Studi Pada Komunitas Celebes Bergerak Sulteng). Dibimbing Oleh Muhammad Wahid, S.Sos., M.A Sebagai Konsultan I dan Donal Adrian, S.I.Kom., M.I.Kom Sebagai Konsultan II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran komunikasi kelompok dalam implementasi program kesetaraan gender pada Komunitas Celebes Bergerak Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan empat informan utama, yaitu direktur pelaksana, program officer, community organizer, dan penerima manfaat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Komunikasi kelompok terlihat memiliki peran penting dalam mendukung implementasi program kesetaraan gender, khususnya dalam pencegahan kekerasan berbasis gender. Peran komunikasi kelompok dianalisis menggunakan teori Benne & Sheats yang meliputi (a) Peran tugas dalam kelompok tersusun jelas melalui pembagian tanggung jawab sejak tahap perencanaan. Setiap peran ditetapkan berdasarkan kapasitas dan pengalaman anggota sehingga pelaksanaan tugas berjalan dengan baik. (b) Peran pemeliharaan kelompok pada Komunitas Celebes Bergerak, diwujudkan melalui komunikasi terbuka, diskusi santai, serta ruang aman bagi semua anggota untuk berpendapat sehingga rasa kekeluargaan dan loyalitas terjaga dan (c) Peran individual pada Komunitas menunjukkan bahwa setiap anggota membawa karakter dan kepentingan pribadi yang bisa memengaruhi dinamika kelompok. Terlihat ada individu yang aktif maupun pasif, Meski berbeda dalam partisipasi, namun kedua karakter tetap berkontribusi dan saling mendukung dalam membangun kesepahaman dan keputusan bersama. Kata Kunci: Komunikasi Kelompok, Kesetaraan gender, Kekerasan Seksual, Komunitas Masyarakat Sipil. |