| JudulIMPLEMENTASI PERILAKU KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM PENURUNAN STUNTING (Studi Kasus Pada Puskesmas Biromaru |
| Nama: MOHAMAD ZIKRI ALHADDAD |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Mohamad Zikri Alhaddad, B 501 21 272, Skripsi Implementasi Perilaku Komunikasi Kesehatan Dalam Penurunan Stunting (Studi Kasus pada Puskesmas Biromaru). Program Studi Ilmu Komunikasi, Jurusan Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako. Dibawah Bimbingan Fitriani Puspa Ningsih dan Ahmad Fauzan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi komunikasi kesehatan dalam perubahan perilaku masyarakat yang dilaksanakan oleh Puskesmas Biromaru dalam upaya menurunkan angka stunting. Latar belakang penelitian ini berangkat dari masih tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Sigi, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang efektif dalam mengubah perilaku masyarakat menuju pola hidup sehat dan bergizi seimbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak terkait, seperti kepala puskesmas, petugas gizi, kader posyandu, serta masyarakat Kecamatan Biromaru. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi komunikasi kesehatan oleh Puskesmas Biromaru mencakup tiga komponen utama yaitu a. Advokasi berperan dalam membangun komitmen politik pemerintah desa serta dukungan kebijakan lintas sektor melalui kebijakan pemerintah desa yang mewajibkan masyarakat hadir pada kegiatan posyandu, di mana ketidakhadiran dapat memengaruhi penerimaan bantuan sosial seperti PKH. b. Mobilasi Sosial memperkuat peran kader sebagai penyambung tangan dalam penyampaian pesan kesehatan kepada masyarakat. Dan c. Komunikasi perubahan perilaku (edukasi) yang dilakukan secara rutin berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat terkait gizi serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan Mengembangkan berbagai kelas edukatif seperti kelas ibu hamil, kelas remaja putri, dan pelatihan kader kesehatan yang berfungsi untuk memberikan penyuluhan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Puskesmas Biromaru dan instansi terkait dalam memperkuat strategi komunikasi kesehatan berbasis masyarakat guna menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Kata Kunci: Komunikasi Kesehatan, Stunting,, Perubahan Perilaku |