| JudulPengalaman Komunikasi Antar Budaya Di Lingkup Gereja Toraja Mamasa Jemaat Filadelfia Palu |
| Nama: AZ ZAHRA MARCHENDA WILDERNESS |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Az Zahra Marchenda Wilderness ( B 501 21166 ) Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Public Relation Universitas Tadulako. Skripsi Pengalaman Komunikasi Antar Jemaat Di Lingkup Gereja Toraja Mamasa Jemaat Filadelfia Palu. Di bimbing oleh Edwan sebagai konsultan I dan Giska Mala Rahmarini sebagai konsultan II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pengalaman komunikasi antar budaya jemaat di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Filadelfia Palu. Gereja sebagai ruang sosial keagamaan dihuni oleh jemaat yang memiliki latar belakang budaya yang beragam, sehingga memungkinkan terjadinya interaksi dan komunikasi antar budaya dalam kehidupan bergereja. Keberagaman tersebut menjadi konteks penting dalam membentuk dinamika komunikasi, proses penyesuaian diri, serta pemaknaan jemaat terhadap perbedaan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah jemaat Gereja Toraja Mamasa Jemaat Filadelfia Palu yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi antarbudaya jemaat tampak melalui aspek persepsi, interpretasi pesan, dan nilai. Jemaat memandang perbedaan budaya dan bahasa sebagai hal yang wajar, walaupun pada awalnya sebagian merasa canggung dan mengalami kesulitan memahami bahasa daerah. Dalam interaksi sehari-hari, jemaat menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung serta berupaya memahami kebiasaan komunikasi yang berbeda agar tidak terjadi kesalahpahaman. Pengalaman tersebut menumbuhkan sikap saling menghargai, penerimaan terhadap perbedaan, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan dalam kehidupan bergereja. Selain itu, jemaat melakukan penyesuaian diri melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan gereja dan interaksi sosial yang terbuka. Proses ini membentuk pemaknaan bahwa keberagaman budaya bukan menjadi hambatan, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan persekutuan. Kata kunci: Pengalaman Komunikasi Antarbudaya, Persepsi, Penyesuaian |