| JudulPOLA SELF DISCLOSURE PADA HUBUNGAN INTERPERSONAL MAHASISWA (Studi Kasus Pada Lingkaran Pertemanan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako Angkatan 2022) |
| Nama: NELLA AL FATONAH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Nella Al Fatonah, B 501 21 005, Program Studi Ilmu Komunikasi, Konsentrasi Public Relation. Skripsi Pola Self Disclosure pada Kualitas Hubungan Interpersonal Mahasiswa (Studi Kasus pada Lingkaran Pertemanan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako Angkatan 2022). Di bawah bimbingan Sumarni Zainudin sebagai pembimbing I dan Dwi Rohma Wulandari sebagai pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pola self disclosure mahasiswa dalam lingkaran pertemanan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako angkatan 2022 serta implikasinya terhadap hubungan interpersonal yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap informan yang tergabung dalam dua lingkaran pertemanan, dengan melibatkan lebih dari satu informan pada setiap lingkaran pertemanan guna memperoleh data yang lebih komprehensif.Analisis data dilakukan dengan mengacu pada Teori Johari Window yang membagi keterbukaan diri ke dalam empat wilayah, yaitu Open Area, Blind Self, Hidden Self, dan Unknown Self, sebagai kerangka konseptual untuk memahami dinamika keterbukaan diri dalam hubungan pertemanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola self disclosure mahasiswa dalam lingkaran pertemanan bersifat beragam dan dipengaruhi oleh pengalaman interpersonal, tingkat rasa aman, serta strategi pengelolaan informasi diri. Informan dengan rasa aman interpersonal yang relatif stabil cenderung memiliki Open Area yang lebih luas dalam interaksi sosial, namun tetap membatasi keterbukaan emosional yang mendalam. Sebaliknya, informan dengan pengalaman keterbukaan yang kurang aman menunjukkan dominasi Hidden Self dan Unknown Self, sehingga keterbukaan diri lebih banyak disalurkan melalui media sosial dibandingkan interaksi tatap muka. Temuan ini menegaskan bahwa keterbukaan diri tidak hanya ditentukan oleh intensitas interaksi, tetapi juga oleh kemampuan individu dalam mengelola batasan informasi diri demi menjaga kestabilan hubungan interpersonal. Kata Kunci: Self Disclosure, Hubungan Interpersonal, Media Sosial. |