| JudulFENOMENA CATCALLING PADA PEREMPUAN SEBAGAI BENTUK PELECEHAN SEKSUAL DI KOTA PALU |
| Nama: SULISTIA FEBRIANI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak SULISTIA FEBRIANI. B 501 20 198. Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Public Relation. Fenomena Catcalling Pada Perempuan Sebagai Bentuk Pelecehan Seksual Di Kota Palu. Dibawah Bimbingan Muchri Ramah dan Giska Mala Rahmarini. Penelitian ini membahas fenomena catcalling pada perempuan sebagai bentuk pelecehan seksual di Kota Palu dengan menggunakan teori Interaksionisme Simbolik dari Herbert Blumer yang meliputi konsep meaning (makna), language (bahasa), dan thought (pikiran). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana masyarakat, khususnya pelaku dan korban, memaknai tindakan Catcalling di ruang publik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap beberapa informan yang terdiri atas pelaku dan korban Catcalling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku memaknai Catcalling sebagai bentuk pujian atau candaan yang dianggap wajar dan spontan, sedangkan korban memaknai tindakan tersebut sebagai perilaku yang merendahkan martabat dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Dalam konteks teori Interaksionisme Simbolik, makna tersebut terbentuk melalui proses interaksi sosial yang menggunakan simbol-simbol bahasa, seperti siulan, panggilan “cantik”, dan komentar terhadap fisik perempuan. Pikiran (thought) individu berperan dalam menafsirkan tindakan tersebut berdasarkan pengalaman dan nilai sosial yang berlaku di lingkungannya. Dengan demikian, fenomena Catcalling di Kota Palu tidak hanya mencerminkan perilaku pelecehan verbal, tetapi juga menggambarkan konstruksi sosial tentang relasi gender dan persepsi masyarakat terhadap batas antara pujian dan pelecehan. Kata Kunci: Catcalling, pelecehan seksual, ruang publik. |