| JudulKOMUNIKASI PARTISIPATIF STAKEHOLDER DALAM MENGATASI KERUSAKAN JALAN DI DESA TINGGEDE KABUPATEN SIGI |
| Nama: MOH. ADIYAKSA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Moh. Adiyaksa B 501 20 168 “Komunikasi Partisipatif Stakeholder dalam mengatasi Kerusakan Jalan di Desa Tinggede Kabupaten Sigi” Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako dibawah bimbingan Muchri Ramah, selaku pembimbing I dan Roman Rezki Utama, Selaku pembimbing II. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komunikasi partisipatif yang terjadi antar stakeholder yaitu, Dinas PUPR Kab. Sigi, Aparat Desa Tinggede dan masyarakat Tinggede, untuk mengatasi kerusakan jalan di Desa Tinggede. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif pendekatan kualitatif dengan dasar penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini berjumlah 5 orang dipilih dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Data dianalisis melalui tahapan Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang bersumber dari data yang telah dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terbagi menjadi dua arah, jalur formal (Musrenbang) digunakan untuk menentukan prioritas, sedangkan jalur informal (grup WhatsApp dan dialog langsung) berfungsi untuk menampung keluhan mendesak dan memberikan umpan balik cepat. Tingkat keterlibatan warga di sini dikategorikan sebagai Partisipasi Parsial, meskipun masyarakat berhasil dimaksimalkan perannya pada tahap penentuan prioritas, keputusan teknis pelaksanaan tetap berada di tangan Dinas PUPR untuk menjamin kualitas. Namun, pembagian peran yang jelas, didukung oleh transparansi dan dialog proaktif, menjadikan partisipasi ini relevan diterapkan dalam penanganan perbaikan jalan.Keterlibatan masyarakat diutamakan pada tahap penentuan prioritas proyek, sementara keputusan teknis pelaksanaan diserahkan kepada Dinas PUPR. Pemerintah desa berperan dalam Kontekstualisasi Pesan, mereka mengolah informasi teknis menjadi pesan yang mudah dipahami, fokus pada manfaat praktis (ekonomi dan keselamatan), dan menjelaskan sumber masalah (truk pasir) serta solusi teknis jangka panjang. Transparansi dan Dialog Terbuka diwujudkan melalui informasi formal di Papan Proyek yang diperkuat dengan dialog personal yang proaktif. Warga berinisiatif bertanya, dan aparat desa bersikap terbuka dalam memberikan penjelasan tambahan |