| JudulKOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PELATIH DAN ATLET PANJAT TEBING PADA KLUB “CLIMBER FIGHTER INDONESIA” DALAM MEMBANGUN PRESTASI DI KEJUARAAN DAERAH |
| Nama: GUNAWAN |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Gunawaan B 501 20 130 “Komunikasi Interpersonal Antara Pelatih dan Atlet Panjat Tebing Pada Klub “Climber Fighter Indonesia” Dalam Membangun Prestasi Di Kejuaraan Daerah” Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako. dibawah bimbingan ibu Sitti Murni Kaddi dan bapak Ahmad Fauzan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan hubungan komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet panjat tebing pada klub “climber fighter Indonesia” dalam membangun prestasi di kejuaraan nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Milles And Huberman dalam Sugiyono (2013: 249 Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet di klub climber fighter Indonesia melalui proses tahap awal orientasi ditandai dengan interaksi perkenalan yang menciptakan kenyamanan dasar. Kemudian, pada tahap pertukaran penjajakan afektif, komunikasi mulai meluas dan mendalam, di mana atlet dan pelatih mulai berbagi informasi pribadi dan hal-hal yang membuat mereka cemas. Tahap pertukaran afektif menunjukkan kedekatan emosional yang kuat, dengan pelatih berperan sebagai pendukung mental dan motivator, sementara atlet merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan mereka. Puncaknya, pada tahap pertukaran stabil, hubungan komunikasi mencapai titik yang solid dan produktif, ditandai dengan rasa saling percaya, keterbukaan, dan umpan balik yang membangun. Pengembangan hubungan komunikasi interpersonal melalui tahapan penetrasi sosial menjadi faktor kunci dalam keberhasilan atlet klub climber fighter Indonesia dalam meraih prestasi. Kualitas hubungan yang didasari oleh rasa saling percaya, empati, dan dukungan emosional tidak hanya meningkatkan motivasi dan kenyamanan atlet tetapi juga secara signifikan berkontribusi pada pencapaian performa terbaik mereka. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Panjat Tebing, Prestasi, Teori Penetrasi Sosial, Pelatih-Atlet. |