| JudulKOMUNIKASI PEMASARAN BUSINESS TO BUSINESS DALAM MEMPERKENALKAN PRODUK INDIBIZ PT TELKOM WITEL SULBAGTENG DI KOTA PALU |
| Nama: AGUNAWAN |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Agunawan B50119215 ”Komunikasi Pemasaran Business to Business Dalam Memperkenalkan Produk Indibiz PT Telkom Witel Sulbagteng Kota Palu”. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako, dibawah bimbingan Andi Febri Herawati N dan Giska Mala Rahmarini. PT Telkom Witel Sulbagteng memperkenalkan produk Indibiz sebagai ekosistem solusi digital berbasis Business to Business (B2B) di Kota Palu. Namun, realisasi penjualan produk tersebut hanya mencapai 20–30?ri target yang ditetapkan, dengan fluktuasi yang signifikan sepanjang periode pengamatan. Fenomena kesenjangan antara potensi pasar dan pencapaian penjualan ini menjadi landasan permasalahan yang dikaji dalam penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran B2B yang diterapkan oleh PT Telkom Witel Sulbagteng dalam memperkenalkan produk Indibiz di Kota Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap tujuh informan kunci, serta dokumentasi relevan. Landasan teoretis yang digunakan adalah kerangka bauran komunikasi pemasaran yang dikembangkan oleh Kotler dan Keller (2016), yang mencakup delapan elemen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Telkom Witel Sulbagteng menerapkan keseluruhan delapan elemen bauran komunikasi pemasaran, yakni periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), acara dan pengalaman (event and experiences), hubungan masyarakat (public relations), pemasaran media sosial (social media marketing), pemasaran mobile (mobile marketing), pemasaran langsung (direct marketing), serta penjualan personal (personal selling). Di antara seluruh elemen tersebut, personal selling melalui pendekatan consultative selling merupakan elemen paling dominan yang diterapkan dalam konteks B2B, mengingat kompleksitas proses pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (Decision Making Unit) dengan siklus transaksi yang panjang. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi komunikasi pemasaran B2B yang diterapkan bersifat komprehensif, namun masih memerlukan penguatan integrasi antarelemen untuk mengatasi fluktuasi penjualan serta tekanan kompetitif dari penyedia layanan telekomunikasi lain di Kota Palu. Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran, Business to Business, Indibiz, Bauran Komunikasi Pemasaran. |