Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulREPRESENTASI BAHASA NONVERBAL DARI TOKOH RILEY DALAM FILM INSIDE OUT 2 (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Nama: MUH. ALDI PUTRA HARTONO
Tahun: 2026
Abstrak
Muh Aldi Putra Hartono Stambuk B50119056 Program Studi Ilmu Komunikasi, Konsentrasi Broadcasting dengan judul “Representasi Bahasa Nonverbal Dari Tokoh Riley Dalam Film Inside Out 2 (Analisis Semiotika Roland Barthes)”. Di bawah bimbingan Muhammad Isa Yusaputra sebagai Konsultan 1 dan Anita Pahlevi sebagai Konsultan 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk representasi bahasa nonverbal dari tokoh Riley pada Film Inside Out 2 berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri atas denotasi, konotasi, dan mitos. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Riley sedang mengalami krisis identitas sebagai seorang remaja yang baru memasuki masa pubertas. Secara denotatif, bahasa nonverbal Riley menunjukan perubahan fisik yang jelas. Sebelum kedatangan Val, Riley sering menunjukkan postur tubuh terbuka, senyum lebar, dan kontak mata yang santai, yang mengartikan tanda kegembiraan dan kepercayaan diri khas masa kanak-kanak. Namun setelah bertemu Val, tubuhnya berubah menjadi lebih kaku. Semua ini adalah tanda-tanda fisik yang secara literal mewakili ketidaknyamanan dan gugup. Sementara secara konotatif, postur tubuh Riley mengkonotasikan rasa tidak aman dan kebutuhan untuk tampil sempurna (dilatarbelakangi oleh emosi barunya, terutama Anxiety), yang memanipulasi tindakan nonverbalnya untuk mencapai penerimaan sosial. Secara mitos, nonverbal Riley mengajarkan bahwa untuk sukses dan diterima di usia remaja, seseorang harus meninggalkan sifat “kekanak-kanakan” (yang diwakili oleh emosi lama) dan mengadopsi citra diri yang berjarak, dewasa, dan tidak terlalu antusias. Inti dari film ini memperlihatkan adanya konflik antara tanda nonverbal yang lama dan yang baru. Riley digambarkan sebagai subjek yang mencoba berkomunikasi dengan dua bahasa tubuh berbeda secara bersamaan, yaitu bahasa tubuh Joy dan bahasa tubuh Anxiety. Hal ini menunjukkan bahwa dirinya yang otentik sedang berjuang melawan citra baru yang dipaksakan oleh tekanan sosial. Kata Kunci: Bahasa Nonverbal, Film Inside Out 2, Pubertas, Analisis Semiotika Roland Barthes.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up