Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPersepsi Remaja Pada Postingan Kasus Kekerasan Sexual Di Instagram Nexteen Periode 10 Oktober 2023 “Riwayat Kasus Kekerasan Sexual Di Universitas Tadulako”
Nama: MUHAMAD ADITYA PRATAMA
Tahun: 2026
Abstrak
Muhammad Aditya Pratama, Stambuk B 501 18 096. Program Studi Ilmu Komunikasi, Konsentrasi Ilmu Komunikasi. Skripsi “Persepsi Remaja Pada Postingan Kasus Kekerasan Sexual di Instagram Nexteen Periode 10 Oktober 2023 (Riwayat Kasus Kekerasan Sexual di Universitas Tadulako) di bawah bimbingan Anita Pahlevi dan Dwi Rohma Wulandari. Kekerasan sexual di lingkungan pendidikan merupakan persoalan serius yang sering kali tidak disadari oleh remaja karena bentuknya yang tidak selalu tampak secara fisik. Tindakan tersebut bisa hadir melalui ucapan bernada sexual, candaan yang merendahkan, kontak tubuh yang tidak diinginkan, atau relasi yang melampaui batas kenyamanan pribadi. Dalam banyak kasus, kekerasan ini dibungkus dalam hubungan dekat, hierarki organisasi, atau norma sosial yang membuat korban ragu untuk menyuarakan ketidaknyamanan. Kurangnya pemahaman terhadap bentuk-bentuk kekerasan yang tersembunyi menjadikan remaja kelompok yang sangat rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana remaja memaknai kasus-kasus kekerasan sexual dalam pendidikan dan bagaimana proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran sosial mereka. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan melibatkan tiga remaja sebagai informan. Mereka diminta memberi persepsi pada tiga kasus nyata kekerasan sexual yang terjadi di lingkungan pendidikan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan persepsi, meliputi tiga tahapan: sensasi, atensi, dan interpretasi, untuk mengetahui bagaimana mereka menyerap informasi dan membentuk pemahaman atas peristiwa yang dibaca. Hasil menunjukkan bahwa informan memiliki tingkat kepekaan yang berbeda dalam mengenali kekerasan. Mereka yang aktif dalam organisasi atau terbiasa berdiskusi tentang isu sosial menunjukkan pemahaman lebih kritis. Keterlibatan dalam ruang-ruang semacam itu memberi mereka referensi dan keberanian untuk mengidentifikasi tindakan yang tidak pantas, bahkan ketika dilakukan oleh figur yang dianggap dekat atau berkuasa. Sementara itu, informan yang kurang terpapar isu-isu tersebut membutuhkan waktu dan penjelasan lebih untuk memahami batas-batas yang dilanggar. Mereka cenderung menilai berdasarkan kesan personal atau norma umum yang ada di lingkungan mereka, sehingga tidak langsung menyadari bahwa suatu tindakan dapat termasuk dalam kategori kekerasan sexual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman sosial, nilai pribadi, dan ruang dialog terbuka sangat memengaruhi kemampuan remaja dalam memahami kekerasan sexual. Pendidikan kontekstual yang mendorong refleksi, diskusi, dan keberanian bersuara sangat dibutuhkan dalam membentuk kesadaran kritis tersebut. Kata kunci: Persepsi, Remaja, Nexteen, Instagram

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

MUSANG178