| JudulCOLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA DI KECAMATAN BUNGKU UTARA KABUPATEN MOROWALI UTARA |
| Nama: MOH.AQSA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Moh. Aqsa, B40121170 Judul Skripsi: “COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA DI KECAMATAN BUNGKU UTARA KABUPATEN MOROWALI UTARA”. Penelitian ini dipandu langsung oleh bapak M. Nur Alamsyah selaku Pembimbing 1 serta ibu Sulfitri Husain selaku Pembimbing 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika kolaborasi antar pemangku kepentingan pada penanggulangan bencana di Kecamatan Bungku Utara serta menilai sejauh mana efektivitas dan kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2008) yang mencakup dimensi dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, serta hasil akhir. Data penelitian diperoleh melalui teknik wawancara langsung, observasi menyeluruh, serta dokumentasi dengan melibatkan informan dari berbagai pihak seperti BPBD, pemerintah daerah, Pihak Kecamatan, Perwakilan desa, pihak swasta, dan tokoh masyarakat. Berdasarkan temuan penelitian, terlihat bahwa pola interaksi lintas sektor telah terbentuk melalui forum pengurangan risiko bencana, kegiatan sosialisasi, serta koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, serta warga setempat. Namun, proses tersebut belum mencapai hasil yang maksimal karena masih terkendala pada keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta intensitas koordinasi yang belum berkelanjutan. Meskipun demikian, kolaborasi ini telah memberikan hasil positif berupa meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat dan dukungan nyata dari pihak swasta melalui bantuan logistik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pelaksanaan collaborative governance pada upaya penanggulangan bencana di Kecamatan Bungku Utara sudah berjalan, tetapi belum optimal. Diperlukan penguatan desain kelembagaan, kepemimpinan yang lebih fasilitatif, serta peningkatan kapasitas masyarakat agar kolaborasi dapat lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi risiko bencana. Kata Kunci: Collaborative Governance, Penanggulangan Bencana, Bungku Utara, BPBD, Kolaborasi Lintas Sektor. |