| JudulKEBIJAKAN MITIGASI BENCANA BERBASIS KOTA TANGGUH DI KOTA PALU |
| Nama: MUHAJIR A. SALASAH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak MUHAJIR A. SALASAH, B40120161. JUDUL SKRIPSI: “KEBIJAKAN MITIGASI BENCANA BERBASIS KOTA TANGGUH DI KOTA PALU”. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak M. Nur Alamsyah selaku Pembimbing I dan Bapak Muhammad Arief selaku Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan mitigasi bencana berbasis kota tangguh di Kota Palu serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Kota Palu merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi karena berada pada jalur Sesar Palu–Koro dan memiliki risiko multi-ancaman seperti gempa bumi, tsunami, likuifaksi, banjir, dan tanah longsor. Kondisi tersebut menuntut adanya kebijakan mitigasi yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan dalam kerangka pembangunan kota tangguh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengacu pada teori kebijakan mitigasi bencana dari Wisner (2004) serta regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Fokus analisis diarahkan pada dua pendekatan utama mitigasi, yaitu pendekatan struktural dan non-struktural. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi dengan melibatkan informan dari berbagai pihak seperti BPBD Kota Palu, pemerintah daerah, serta masyarakat terdampak. Berdasarkan temuan penelitian, implementasi kebijakan mitigasi bencana di Kota Palu telah menunjukkan adanya upaya nyata melalui pembangunan infrastruktur tahan bencana seperti tanggul, jalur evakuasi, serta penguatan sistem peringatan dini. Selain itu, pendekatan non-struktural juga dilakukan melalui edukasi kebencanaan, sosialisasi, pelatihan simulasi evakuasi, serta integrasi aspek risiko dalam perencanaan tata ruang. Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terkendala oleh keterbatasan anggaran, sumber daya manusia yang kompeten, koordinasi lintas sektor yang belum maksimal, serta rendahnya partisipasi dan literasi kebencanaan masyarakat di beberapa wilayah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan mitigasi bencana berbasis kota tangguh di Kota Palu telah berjalan dan menunjukkan arah yang progresif, namun belum sepenuhnya efektif. Diperlukan penguatan manajemen perencanaan berbasis data risiko, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta kolaborasi multipihak yang lebih intensif agar upaya mitigasi dapat lebih responsif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mewujudkan Kota Palu sebagai kota yang tangguh terhadap bencana. Kata Kunci: Kebijakan Publik, Mitigasi Bencana, Kota Tangguh, BPBD, Kota Palu. |