Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulREPRODUKSI KEBUDAYAAN MELALUI KESENIAN TRADISIONAL (STUDI KASUS : KOMUNITAS JARANAN NEW TURONGGO YAKSO DI DESA MARGAPURA)
Nama: HENI SURYANI
Tahun: 2026
Abstrak
Heni Suryani, Stambuk B30122058, Program Studi Antropologi, Jurusan Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako. Judul Skripsi: Reproduksi Kebudayaan Melalui Kesenian Tradisional (Studi Kasus: Komunitas Jaranan New Turonggo Yakso Di Desa Margapura). Dibimbing oleh Ibu Rismawati sebagai pembimbing utama, dan Ibu Hapsa sebagai pembimbing pendamping. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya minat terhadap kesenian tradisional, akibat perkembangan hiburan modern. Jaranan sebagai salah satu kesenian tradisional Jawa, mengalami tantangan keberlanjutan di wilayah transmigran. Di Desa Margapura, komunitas Jaranan melakukan pembaruan dengan mengubah Jaranan Turonggo Yakso menjadi Jaranan New Turonggo Yakso, sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial dan sebagai respons terhadap menurunnya minat generasi muda. Penelitian ini mengangkat 3 masalah 1) Bagaimana perubahan Jaranan Turonggo Yakso menjadi Jaranan New Turonggo Yakso, 2) Bagaimana komunitas mereproduksi Jaranan New Turonggo Yakso, 3) Bagaimana pemaknaan Jaranan New Turonggo Yakso oleh komunitas Jaranan dan masyarakat Desa Margapura. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan bersifat eksploratif-deskriptif. Lokasi penelitian berada di Desa Margapura, dengan subjek penelitian komunitas Jaranan New Turonggo Yakso, pendiri komunitas, pelaku seni, tokoh adat, masyarakat pendukung, serta pemerintah desa. Informan dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan terhadap kesenian tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap pertunjukan, wawancara mendalam, dokumentasi berupa foto dan video, studi pustaka, serta melibatkan empat belas informan. Setelah pengumpulan data, dilakukan transkripsi, editing, kategorisasi, penafsiran data, serta perumusan kesimpulan dan saran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan Jaranan Turonggo Yakso menjadi Jaranan New Turonggo Yakso, dilakukan melalui pembaruan unsur pertunjukan, seperti gerak tari, kostum, alat musik, dan pola penyajian. Proses reproduksi budaya dilakukan secara aktif oleh komunitas melalui pewarisan pengetahuan antar generasi, latihan rutin, serta keterlibatan generasi muda. Jaranan New Turonggo Yakso dimaknai oleh komunitas dan masyarakat Desa Margapura sebagai simbol identitas budaya Jawa, sarana hiburan, media solidaritas sosial, serta bentuk pelestarian budaya yang adaptif terhadap perubahan xviii zaman. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai praktik sosial yang terus hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dalam perspektif reproduksi budaya Pierre Bourdieu, keberlanjutan kesenian ini didukung oleh modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik yang dimiliki komunitas. Kata Kunci: Reproduksi kebudayaan, Jaranan New Turonggo Yakso, identitas budaya, masyarakat transmigran.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

kentangbet https://medwinsoft.com/