Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulSISTEM PENANGKAPAN NELAYAN IKAN HIU (KAREO) DI DESA KASUARI KECAMATAN BOKAN KEPULAUAN KABUPATEN BANGGAI LAUT
Nama: TRIFANDI S.KATUNG
Tahun: 2026
Abstrak
Trifandi S.Katung. Stambuk B301 21 083. Program Studi Antroplogi, Jurusan Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako. Judul Skripsi: Sistem Penangkapan Ikan Hiu Pada Nelayan Desa Kasuari Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut, Dibimbing Oleh Resmiwati, Pembimbing Utama dan Yulianti Bakari, Pembimbing Pendamping. Penelitian ini dilatarbelakangi berlangsungnya praktik penangkapan ikan hiu oleh nelayan Desa Kasuari, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, meskipun hiu merupakan biota yang memiliki peranan penting bagi ekosistem laut dan sebagian jenisnya dilindungi. Bagi masyarakat Bajo di Desa Kasuari, penangkapan hiu telah menjadi bagian dari tradisi maritim, sumber ekonomi utama, serta warisan pengetahuan yang terus dipraktikkan secara turuntemurun. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan untuk memahami bagaimana pengetahuan lokal mereka terbentuk dan diterapkan, serta bagaimana sistem sosial di antara nelayan terutama hubungan antara juragan, ABK, dan pengepul berperan dalam keberlangsungan praktik penangkapan hiu dan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan lokal nelayan Desa Kasuari dalam aktivitas penangkapan ikan hiu dan menguraikan hubungan kerja serta relasi sosial antara pemilik kapal, anak buah kapal (ABK), dan pengepul dalam sistem perikanan hiu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta pencatatan lapangan. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, melibatkan lima nelayan penangkap hiu dan satu pengepul. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara teoritis, penelitian ini menggunakan konsep pengetahuan lokal, relasi sosial, dan patron-klien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal nelayan Kasuari mencakup pemahaman mendalam tentang arus laut, arah angin, perilaku hiu, musim penangkapan, serta lokasi strategis seperti karang dan jalur migrasi. Pengetahuan ini diperoleh secara turun-temurun dan terus dikembangkan melalui pengalaman melaut. Mereka menggunakan teknik rawai khusus hiu, jaring panjang, serta memadukan teknologi modern seperti GPS sederhana. Sementara itu, relasi sosial antar nelayan membentuk struktur kerja hierarkis yang terdiri dari juragan sebagai pemilik modal dan pengambil keputusan, ABK sebagai pelaksana teknis, serta pengepul sebagai patron ekonomi yang menyediakan modal dan menjamin pembelian hasil tangkapan. Sistem bagi hasil, ketergantungan ekonomi, serta kepercayaan menjadi dasar terbentuknya hubungan patron-klien yang kuat. Dengan demikian, sistem penangkapan hiu di Desa Kasuari merupakan perpaduan antara pengetahuan lokal, teknologi, dan dinamika sosial-ekonomi yang membentuk budaya maritim masyarakat Bajo. Kata Kunci: Penangkapan Ikan Hiu, Pengetahuan Lokal, Patron-klien

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

#