Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulRIVALITAS OGOH-OGOH PADA ETNIS BALI HINDU DESA TOLAI
Nama: I KD DWI PUTRA NAKULA
Tahun: 2026
Abstrak
I Kd Dwi Putra Nakula B 301 21 057, Program Studi Antropologi. Judul Skripsi ?Rivalitas Ogoh-Ogoh Pada Etnis Bali Hindu Desa Tolai?. Dibimbing oleh Muhammad marzuki sebagai pembimbing utama dan Hendra sebagai pembimbing pendamping Tradisi ogoh-ogoh merupakan bagian penting dalam perayaan Hari Raya Nyepi pada masyarakat Bali Hindu di Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Selain berfungsi sebagai simbol pemurnian spiritual yang merepresentasikan Bhuta Kala, tradisi ini juga berkembang menjadi arena sosial yang menampilkan kreativitas, solidaritas, serta rivalitas antarbanjar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana individu menyatu dalam kelompok selama proses persiapan hingga pementasan ogoh-ogoh, serta mengungkap bentuk-bentuk rivalitas yang muncul dan perannya dalam memperkuat kohesi sosial etnis Bali Hindu di Desa Tolai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di beberapa dusun di Desa Tolai. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teori yang digunakan meliputi teori modal Pierre Bourdieu yang mencakup modal sosial, modal ekonomi, dan modal kultural serta konsep fakta sosial Émile Durkheim untuk memahami dinamika sosial dalam tradisi ogoh-ogoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan ogoh-ogoh melibatkan kerja kolektif dengan pembagian peran seperti maestro, asisten maestro, pekatik, dan pembantu. Modal sosial berupa gotong royong (ngayah), kepercayaan, dan solidaritas antarpemuda menjadi faktor utama keberlangsungan tradisi ini. Modal ekonomi dan modal kultural turut berperan melalui penggalangan dana, kreativitas seni, serta pewarisan nilai budaya. Rivalitas antarbanjar tampak dalam upaya menampilkan ogoh-ogoh terbaik, namun bersifat positif karena mendorong kreativitas dan memperkuat identitas sosial kolektif. Rivalitas tersebut tidak menimbulkan perpecahan, melainkan memperkuat hubungan sosial antarbanjar setelah pementasan berlangsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rivalitas dalam tradisi ogoh-ogoh merupakan mekanisme sosial yang memperkuat solidaritas, mereproduksi identitas kolektif, serta menjaga keberlanjutan budaya Bali Hindu di Desa Tolai. Kata kunci: Ogoh-ogoh, Rivalitas, Solidaritas Sosial

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

#