| JudulSTRATEGI PENJUALAN LALAMPA DI DESA TOBOLI |
| Nama: RISKY HIDAYAT |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Risky Hidayat, Stambuk B301 21 050. Program Studi Antropologi, Jurusan Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako. Judul Penelitian Skripsi “Strategi Penjualan Lalampa Di Desa Toboli” Dibimbing oleh Ibu Rismawati selaku pembimbing utama dan Ibu Resmiwati selaku pembimbing pendamping. Latar belakang penelitian ini mengkaji tentang strategi penjualan lalampa di desa toboli dengan fokus pada kehidupan sosial-ekonomi penjual lalampa dan strategi yang diterapkan dalam konteks menghadapi persaingan dengan makanan siap saji maupun persaingan dengan makanan sejenis. Strategi penjualan yang saat ini diterapkan penjual Lalampa di desa toboli ada dua yaitu masih bersifat tradisional dengan mengandalkan penjualan secara langsung di depan warung menggunakan papan nama usaha, mempromosikan usaha Lalampa dengan cara dari mulut ke mulut serta pemanfaatan jalur trans sulawesi dengan pendapatan penjualan sebesar 85?n 10% penjualan menggunakan media sosial seperti facebook, Instagram dan youtube serta 5?ri penjualan diluar desa toboli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kehidupan sosial-ekonomi penjual Lalampa di desa toboli dan untuk mengetahui strategi yang diterapkan penjual Lalampa di desa toboli. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara langsung dengan masyarakat yang berprofesi sebagai penjual Lalampa. Informan penelitian yang dipilih dalam penelitian ini, yaitu berdomisili di Desa Toboli minimal 5 tahun, memiliki usaha produksi Lalampa minimal 3 tahun dan masih aktif dalam kegiatan produksi dan penjualan Lalampa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan dalam penjualan Lalampa di desa toboli masih sangat tradisional walaupun masyarakat desa toboli telah hidup di era digital tetapi masyarakat desa toboli masih lebih menggunakan strategi penjualan yang bersifat tradisional untuk medapatkan penghasilan lebih banyak dari hasil penjualan Lalampa dibandingkan dengan menggunakan media sosial untuk membantu memasarkan Lalampa agar mendapatkan penghasilan yang lebih banyak. Pemanfaatan jalur Trans Sulawesi sebagai tempat penjualan Lalampa merupakan lokasi yang strategis. Event tahunan "Parigi Utara Expo (PUE) dan Hari Lalampa" yang diselenggarakan setiap tahun sebagai daya tarik wisata kuliner untuk mempromosikan usaha kreatif masyarakat serta memperkenalkan Lalampa kepada banyak orang. Lalampa merupakan sumber ekonomi masyarakat lokal di desa Toboli. Kata kunci : Strategi penjualan, Lalampa, makanan tradisional |