Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulKEHIDUPAN SOSIAL PETANI HIDROPONIK DI DESA MPANAU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI
Nama: ZAHRAH SAGITA R
Tahun: 2026
Abstrak
Zahrah Sagita R B301 21 015, Program Studi Antropologi. Judul Skripsi “Kehidupan Sosial Petani Hidroponik Di Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi”. Dibimbing oleh Muhammad marzuki pembimbing utama dan Siti hajar N. Aepu pembimbing pendamping. Penelitian ini berfokus pada praktik budidaya hidroponik yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi sebagai salah satu bentuk strategi adaptasi ekonomi dan sosial di lingkungan pedesaan. Meskipun desa ini masih didominasi oleh pertanian konvensional, muncul kelompok masyarakat yang mengembangkan hidroponik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai alternatif sumber pendapatan. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan orientasi dan pola bertani masyarakat, sehingga menjadi penting untuk dikaji dalam kaitannya dengan pertimbangan rasional petani dalam memilih teknologi pertanian serta implikasinya terhadap kehidupan sosial mereka. Penelitian Ini bertujuan untuk memahami alasan petani di Desa Mpanau memilih budidaya hisroponik serta kehidupan sosial petani hidroponik tersebut dalam konteks masyarakat pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari lima (5) petani hidroponik yang dipilih berdasarkan teknik purposive. Kerangka konseptual yang digunakan mengacu pada teori rational choice dan moral choice oleh Eric Wolf, James Scott, dan Samuel Popkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan petani memilih hidroponik beragam, mulai dari faktor praktis, efisiensi lahan, dan kestabilan hasil panen, hingga alasan moral dan sosial seperti pengaruh dari NGO pascabencana, kebutuhan menyediakan sayuran sehat bagi keluarga, serta sarana memperkuat relasi sosial. Hidroponik tidak hanya berfungsi sebagai strategi ekonomi tambahan, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempererat solidaritas antarpetani, memperkuat peran perempuan dalam rumah tangga, dan menciptakan jejaring komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, hidroponik di Desa Mpanau dipahami bukan hanya sebagai teknologi pertanian, melainkan juga sebagai arena reproduksi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Kata Kunci: Petani Hidroponik, Moral Choice, Rational Choice

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up