Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
Judul“BERTEMU NAMUN BERBATAS” KAJIAN HU“BERTEMU NAMUN BERBATAS” KAJIAN HUBUNGAN ANTAR ETNIS DI DESA KASIMBAR PALAPI KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONGBUNGAN ANTAR ETNIS DI DESA KASIMBAR PALAPI KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Nama: ALJUN KUNAWAN
Tahun: 2026
Abstrak
Aljun kunawan Stambuk B 301 20 073, judul skripsi “Bertemu Namun Berbatas” Kajian Hubungan Antar Etnis Di Desa Kasimbar Palapi Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Dibimbing oleh Ikhtiar Hatta sebagai pembimbing utama dan Citra Dewi sebagai pembimbing pendamping. Desa Kasimbar Palapi, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, merupakan kawasan multi etnis yang dihuni oleh tiga kelompok etnis utama Kaili sebagai etnis lokal, serta Bugis dan Bali sebagai etnis migran yang datang melalui program transmigrasi dan migrasi mandiri. Sebelum kedatangan etnis pendatang, interaksi sosial di desa ini terbatas pada sesama etnis Kaili. Namun, seiring kehadiran etnis Bugis dan Bali, terbentuk ruang-ruang pertemuan budaya yang memungkinkan interaksi lintas etnis dalam kehidupan sehari-hari. Menariknya, meskipun etnis Kaili kini menjadi kelompok terkecil, ketiga etnis tetap hidup berdampingan dengan menjalin kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik, tanpa meleburkan identitas budaya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ruang-ruang pertemuan budaya antar etnis di Desa Kasimbar Palapi serta menelaah bagaimana pertemuan budaya tersebut justru meneguhkan batas-batas etnis dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan memadukan teori akulturasi budaya dan teori ethnic boundaries dari Fredrik Barth, serta simbolik boundaries dari Lamont Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang-ruang pertemuan budaya seperti dalam pertanian, ritual pernikahan, kematian, dan kegiatan sosial lainnya menjadi arena interaksi intensif antar etnis. Meski terjadi saling menghargai dan kerja sama, batas-batas etnis tetap dipertahankan melalui norma sosial, tradisi, agama, dan pemisahan wilayah tempat tinggal. Mekanisme ini memungkinkan kelompok etnis tetap berbeda, bahkan ketika terjadi perubahan pada individu atau praktik budaya tertentu. Dengan demikian, pertemuan budaya di Desa Kasimbar Palapi justru menjadi sarana peneguhan batas etnis, sekaligus menjaga kelangsungan jaringan sosial antar kelompok.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

kentangbet https://medwinsoft.com/