| JudulKajian Historiografi Benteng Fafontofure Di Desa Bahotobungku Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali |
| Nama: HASFIDAR |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Hasfidar. S, Stambuk B301 20 003 judul skripsi “Kajian Historiografi Benteng Fafontofure Desa Bahontobungku Kecamatan Buungku Tengah Kabupaten Morowali” di bawah bimbingan bapak Juraid A Latief, selaku pembimbing utama dan ibu Siti Hajar N. Aepu, selaku pembimbing pendamping. Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako. Benteng Fafontofure merupakan Benteng pertahanan yang ada pada jaman penjajahan Belanda. Benteng ini merupakan bukti fisik dari dinamika kekuasaan lokal dan kolonial, serta menjadi simbol identitas sejarah masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, perhatian terhadap nilai historis dan upaya pelestarian benteng ini semakin menurun. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu (1). Bagaimana Sejarah dan peristiwa Benteng Fafontofure tersebut? (2). Bagaimana kepedulian Pemerintah dan Masyarakat terhadap Benteng Fafontofure? Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Subjek penelitian saya berada pada Masyarakat Desa Bahotobungku Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara proposive yaitu sengaja memilih 7 orang informan yaitu Masyarakat Desa Bahotobungku, anggota karang taruna, ketua adat dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Benteng Fafontofure memiliki nilai historis yang tinggi sebagai benteng pertahanan dan simbol kekuasaan lokal pada masa lalu. Dari segi sosial-budaya, benteng ini menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat yang merepresentasikan warisan sejarah dan kearifan lokal. Hasil penelitian juga mengungkap bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian Benteng Fafontofure masih tergolong rendah. Sebagian besar masyarakat di sekitar lokasi belum memahami nilai sejarah benteng sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya daerah. Pemerintah daerah pun belum melakukan langkah signifikan dalam upaya konservasi atau pemanfaatan situs ini sebagai sumber pembelajaran sejarah dan objek wisata budaya. Kurangnya dukungan kebijakan pelestarian menjadi kendala utama yang menyebabkan kondisi fisik benteng semakin rusak dan terancam hilang oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Kata kunci: Historiografi, Benteng Fafontofure, Sejarah lokal, cagar budaya. |