| JudulRelasi Masyarakat Dengan PT. Ihip Di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali |
| Nama: MOH. AIDIL |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Moh. Aidil B301 19 072 judul skripsi “Relasi Masyarakat Dengan PT. IHIP Di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali”. di bimbing oleh Mohammad Marzuki sebagai pembimbing utama dan Hapsa sebagai pembimbing pendamping. Program studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako. Industri pertambangan kerap hadir sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional, namun pada kenyataannya kehadirannya sering kali justru menimbulkan penolakan dan perlawanan dari masyarakat. Hal ini terjadi karena aktivitas pertambangan dianggap membawa dampak negatif, mulai dari kerusakan lingkungan, hilangnya ruang hidup, hingga terpinggirkannya hak-hak masyarakat lokal. industri pertambangan di Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, telah memicu berbagai konflik agraria antara masyarakat dan perusahaan, khususnya PT IHIP. Konflik ini berawal dari klaim perusahaan atas lahan yang telah lama digunakan warga untuk bertani dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain itu, keberadaan industri tambang menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, hilangnya akses masyarakat terhadap lahan, serta ketidaktransparanan dalam pengelolaan wilayah. Situasi ini mendorong masyarakat untuk melakukan berbagai bentuk perlawanan, termasuk blokade jalan, aksi demonstrasi, serta upaya hukum melawan klaim perusahaan. Namun, perlawanan ini tidak terlepas dari tekanan hukum yang diberikan oleh pihak perusahaan terhadap para aktivis dan warga yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlawanan masyarakat terhadap industri tambang serta dampak sosial yang ditimbulkan dari konflik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap sejumlah narasumber yang terlibat dalam aksi perlawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan masyarakat tidak hanya bersifat spontan, tetapi juga terorganisir dan memiliki strategi yang jelas dalam menghadapi dominasi industri tambang. Selain itu, penelitian ini mengungkap bahwa konflik yang terjadi bukan sekadar permasalahan lahan, tetapi juga mencerminkan ketimpangan struktural dalam pengelolaan sumber daya alam. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian akademik terkait konflik agraria serta menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat lokal. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi gerakan sosial dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat terhadap ruang hidup mereka. |