Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulAkulturasi Budaya Perkawinan Campuran Etnis Bali Dengan Etnis Lain Di Kecamatan Lariang Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat
Nama: I KADEK AGUS ANDITA
Tahun: 2023
Abstrak
I Kadek Agus Andita B30119004. Program Studi Antropologi, jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako. Judul skripsi: Akulturasi Budaya Perkawinan Campuran Etnis Bali Dengan Etnis Lain Di Kecamatan Lariang Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Dibimbing oleh ibu Rosmawati sebagai pembimbing Utama dan Ibu Siti Hajar N. Aepu sebagai pembimbing pendamping. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masyarakat di Desa Parabu dan Desa Bajawali yang melakukan perkawinan campuran etnis. Dimana terdapat berbagai etnis yang mendiami wilayah ini yang disebabkan karena adanya perpindahan penduduk baik melalui transmigrasi pemerintah maupun transmigrasi mandiri, sehingga adanya potensi perkawinan campuran etnis yang terjadi dan menyebabkan adanya akulturasi pada pasangan perkawinan campuran etnis. Terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana proses akulturasi pasangan perkawinan campuran etnis Bali dengan etnis lain dan bagaimana dominasi budaya yang terjadi dari akulturasi perkawinan campuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif yang bertujuan memberikan gambaran serta analisis secara terperinci bagaimana proses terjadinya akulturasi budaya pada pasangan perkawinan campuran etnis. Subyek dalam penelitian ini adalah sebanyak 7 pasangan perkawinan campuran etnis bali dengan etnis lain. Teknik penentuan informan yang digunakan ialah purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan pengamatan (observasi), wawancara mendalam dengan informan sebanyak 7 orang, dan dipertegaskan dengan berbagai kajian pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana proses yang dilalui dalam perkawinan campuran etnis yaitu berawal dari adanya pertemuan dari berbagai etnis di Kecamatan Lariang khususnya di dua Desa yaitu Desa Parabu, Desa Bajawali Hal ini yang menyebabkan adanya relasi hingga ketertarikan terhadap etnis yang berujung pada perkawinan campuran etnis. Dalam perkawinan inilah mulai muncul terjadinya akulturasi dari kedua etnis tersebut. Mulai dari adat perkawinan yang digunakan, pakaian adat, hingga ritual dalam perkawinan yang digunakan merupakah salah satu yang mengalami akulturasi. Dalam penelitian saya dominasi sebagian besar dilakukan oleh etnis Bali baik dari segi penggunaan bahasa, penamaan anak, dan sebagainya. Namun ada juga etnis sebaliknya yang mendominasi etnis Bali. Ada hal yang bisa digaris bawahi dalam bahasan dominasi budaya ini yaitu dominasi terjadi bukan karena salah satu etnis ingin menguasai etnis lainnya sehingga merasa lebih tinggi namun dominasi terjadi karena kesepakatan yang telah di sepakati oleh kedua pasangan yang saling mencintai dan harus siap menerima risiko nantinya salah satu etnis akan mendominasi dalam hubungan perkawinan tersebut.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up