Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulTRADISI PEMAKAMAN MADIKA PADA TO PO ADO DI SIBALAYA KECAMATAN TANAMBULAVA KABUPATEN SIGI
Nama: MUHAMMAD IMRAN
Tahun: 2022
Abstrak
Muhammad Imran, Stambuk B 301 16 095. Judul Skripsi : Tradisi pemakaman Madika Pada Golongan To Po Ado Di Sibalaya Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi, di bimbing oleh Nisbah sebagai Pembimbing Utama dan Ikhtiar Hatta sebagai Pembimbing Pendamping. Kajian ini tentang Tradisi pemakaman Madika Pada Golongan To Po Ado Di Sibalaya. Tradisi Pemakaman madika yaitu tradisi pemakaman raja yang ditandai dengan pemasangan (Ulo-ulo). Dalam bahasa Kaili, Ulo-ulo berarti Orang-orang yang di buatkan dari kain kuning (Mbesa) untuk di dirikan di depan rumah duka, kerandanya yang menggunakan bambu kuning (Volo Vatu Mbulava). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Adapun ruang lingkup penelitian ini yaitu di Desa Sibalaya dengan subjek penelitian yaitu tradisi pemakaman madika suku kaili to po ado. Informan yang dijadikan sebagai sumber data primer dalam penelitian ini yaitu sebanyak 5 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penyuntingan data, kategorisasi data, penafsiran data serta membuat kesimpulan. Penelitian ini sendiri memiliki dua tujuan, yaitu : 1). Untuk mengetahui dan menarasikan tradisi masyarakat adat golongan To Po Ado di Desa Sibalaya dalam menjalankan tradisi Pemakaman Madika, serta; 2). Untuk mengetahui dan menarasikan makna Pemakaman tradisional Madika pada masyarakat To Po Ado di desa Sibalaya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa mekanisme pemakaman Madika Suku Kaili To Po Ado di Desa Sibalaya sangat kompleks. Hal tersebut dapat dilihat dari apa yang perlu dilakukan dan apa saja yang disiapkan seperti melakukan po’ombo, Pandeleka (dayang-dayang), ulo-ulo, Mbesa (kain kuning), payung hitam dan payung kuning, menyiapkan orang yang akan menabuh gendang, menyiapkan orang yang akan meaju, menyiapkan siapa yang menjadi tadulao dalam mengantar madika ke tempat peristirahatan terahirnya (kubur), mengumpulkan seluruh anggota lembaga adat serta melaukan ombo agar masyarakat tidak melintas di depan rumah duka pada saat proses pemakaman secara adat. Tradisi pemakaman madika Suku Kaili To Po Ado sendiri memiliki makna yang sangat dalam, yang mana masyarakat akan berkumpul untuk mengantar madika ke tempat peristirahatan terakhirnya setelah mereka mendengar tabuhan gendang. Tradisi ini penting di lakukakan karena sudah menjadi ciri khas pada masyarakat golongn To Po Ado. Namun seiring berkembangnya zaman, tradisi ini mengalami sedikit perubahan dan bahkan telah ditinggalkan oleh sebagian keturunan raja. Kata Kunci : Tradisi Pemakaman, Madika, Suku Kaili, To Po Ado

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up