Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulBAPONGKA DAN UPAYA BERTAHAN HIDUP NELAYAN BAJO DI DESA BONGGANAN KECAMATAN TINANGKUNG KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
Nama: FINI FITRIANI
Tahun: 2022
Abstrak
ABSTRAK Fini Fitriani Stambuk B 301 16 030. Judul Skripsi “Bapongka Dan Upaya Bertahan Hidup Nelayan Bajo di Desa Bongganan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan”.Dibawah bimbingan Juraid A. Latief selaku pembimbing utama dan Siti Hajar N Aepu sebagai pembimbing pendamping. Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab Tradisi Bapongka yang sudah jarang dilakukan Nelayan Bajo di Desa Bongganan dan Penerapan Tradisi Bapongka dan Upaya Bertahan Hidup bagi Nelayan Bajo dan anggota keluarganya. Nalayan Bajo di Desa Bongganan sudah mengenal kegiatan Bapongka dari orang tua terdahulu dan merupakan kegiatan khas melaut Suku Bajo yaitu bermalam di laut selama berminggu-minggu. Zaman sekarang kegiatan tersebut sudah jarang dilakukan oleh nelayan Bajo. Permasalahan ini menjelaskan tentang apa yang melatarbelakangi Tradisi Bapongka sudah Jarang dilakukan oleh nelayan Bajo dan bagaimana penerapan tradisi Bapongka dan upaya bertahan hidup bagi Nelayan Bajo dan anggota keluarganya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penelitian ini melibatkan 6 orang informan yang dianggap mampu memberikan informasi mengenai penelitian yang saya lakukan dan penentuan informan dilakukan dengan metode Purposive Sampling yaitu memilih dengan sengaja. Selanjutnya teknik pengumpulan data melalui penelitian pustaka, penelitian lapangan yaitu pengamatan dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Tradisi Bapongka yang sudah jarang dilakukan nalayan Bajo dan penerapan tradisi Bapongka dan upaya bertahan hidup bagi nelayan Bajo dan anggota keluarganya. Di Desa Bongganan kegiatan Bapongka sudah jarang dilakukan karena perkembangan teknologi yang mana peralatan dan perlengkapan melaut sudah lebih canggih sehingga tidak lagi memakan waktu lama saat melaut , kuranya hasil laut dan harga jual, adanya perkawinan dengan pendatang, serta adanya mata pencaharian sampingan. Penerapan Tradisi Bapongka dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat mulai dari penentuan waktu, persiapan peralatan dan perlengkapan, hasil tangkapan serta pantangan-pantang yang terkandung dalam tradisi tersebut tetap di terapkan oleh nelayan Bajo dalam kehidupan sehari-hari hal ini dapat dilihat dari kebiasaan nelayan bajo saat melaut mereka tidak boleh membuang puntung rokok, ampas kopi di laut dan untuk anggota keluarga yang ditinggalkan di rumah mereka tidak boleh membuat kebisingan sampai kepala keluarga pulang melaut. Selain itu, upaya bertahan hidup saat melaut nelayan Bajo sudah mempersiapkan segala kebutuhan mulai dari makanan, minuman serta perlengkapan lain sebelum pergi melaut, hal yang menjadi penghambat adalah perubahan cuaca yang mana sebelumnya cuaca terlihat baik, tetapi saat sudah di laut menjadi buruk seperti angin kencang dan ombak besar, cara yang dilakukan nelayan Bajo yaitu mencari pulau terdekat untuk disinggahi menunggu cuaca membaik. Kata Kunci: Bapongka, Nelayan Bajo

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up