Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPENGOBATAN TRADISIONAL TERHADAP GANGGUAN REPRODUKSI PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI DESA PARANGGI
Nama: Azizza
Tahun: 2019
Abstrak
A B S T R A K Stambuk B 301 14 138 .judul Skripsi Pengobatan Tradisional Terhadap Gangguan Reproduksi Pada Pasangan Suami-Istri Tanpa Anak di Desa Paranggi, dibimbing oleh selaku Pembimbing Utama dan selaku Pembimbing Pendamping. Penelitian ini menjelaskan mengenai Upaya serta Proses pengobatan terhadap gangguan reproduksi pada pasangan suami-istri tanpa anak yang ada di Desa Paranggi di Kecamatan Ampibabo, bermula dari upaya penyembuhan penyakit pada pasangan suami-istri yang sulit mendapatkan keturunan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang akan menghasilkan data deskriptif. Dengan tekhnik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, dan penelitian lapangan yakni pengamatan yang dilakukan secara langsung dilapangan untuk memperoleh gambaran secara umum tentang lokasi penelitian, wawancara, dokumentasi, serta informan yang ditetapkan secara Purposive Sampling yaitu memilih dan menetapkan 4 orang informan yaitu 3 orang pasien dan 1 orang Dukun yang dipandang dapat memberikan jawaban dari permasalahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya serta proses pengobatan terhadap gangguan reproduksi yang ada di Desa Paranggi dilakukan oleh Dukun yang bernama Sahmi (83 tahun) yang sudah lama dan banyak berhasil mengobati pasien-pasiennya yang sulit mendapatkan keturunan, dimana kebanyakan pasien dari beliau adalah wanita (istri) yang sudah beberapa tahun menikah tetapi belum mempunyai anak. Upaya-upaya banyak dilakukan dan ditempuh oleh pasangan suami-istri yang tetap berusaha untuk menempuh pengobatan apapun agar bisa mendapatkan keturunan, baik awalnya secara medis, meminum jamu hingga akhirnya memilih pengobatan tradisional dengan menggunakan jasa dukun dalam memperoleh keturunan. Kedukunan Dukun tidak bisa lepas dari masalah yang berkaitan dengan sistem kepercayaan, karena masyarakat khususnya di Desa Paranggi mempunyai kepercayaan untuk menerima suatu pernyataan atau pendirian tanpa menunjukan sikap pro atau kontra, maka dari itu masyarakat dapat dengan mudah percaya dengan dukun, karena pada zaman dahulu, belum banyak dokter yang menangani masalah kesehatan sampai ke desa-desa sehingga peranan dukun menjadi penting dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Paranggi. Salah satu faktor yang melatarbelakangi adanya kemauan dari pasangan-pasangan suami-istri tanpa anak ini sehingga melakukan proses pengobatan secara tradisional yaitu karena tingginya tingkat keberhasilan pengobatan tradisional tentang kesembuhan penyakit khususnya gangguan kesehatan reproduksi dengan salah satu metode penyembuhannya dengan menggunakan ramuan tradisional terhadap gangguan reproduksi membuat mereka semakin percaya terhadap pengobatan yang dilakukan oleh Ibu Sahmi dibandingkan dengan tenaga medis. Serta pengalaman dalam proses pengobatan yang sudah lama dilakukan juga membuat banyak masyarakat tidak meragukan dan yakin menggunakan metode pengobatan secara tradisional. Kata Kunci : Pengobatan, Suami-Istri, Reproduksi

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up