Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulGAYA BERBELANJA IBU-IBU DI PASAR MODERN DI KOTA PALU (Studi Kasus Transmart Carrefour)
Nama: RAMLAH
Tahun: 2021
Abstrak
ABSTRAK Ramlah Stambuk B 301 14 092. Judul Skripsi “Gaya Berbelanja Ibu-Ibu Di Pasar Modern Di Kota Palu (Studi Kasus Transmart Carrefour)”.Muhammad Marzuki sebagai pembimbing utama dan Resmiwati sebagai pembimbing pendamping. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya.Transmart Carrefour salah satu pasar modern yang sering dikunjungi oleh masyarakat kota Palu. Pengunjung yang datang ke Transmart Carrefour relatif beragam. Khususnya ibu-ibu, mereka memiliki karakteristik dan tingkat keragaman dari segi status sosial ekonomi baik dari status sosial kelas menengah ataupun kelas atas. Gaya hidup pada masyarakat Indonesia saat ini pasti tidak terlepas dengan suatu keinginan untuk memiliki. Makna untuk memenuhi keinginan itu perlu adanya pertukaran. Yang dimaksud dari pertukaran ini adalah jual beli atau bisa disebut dengan “belanja” mau makan atau minum, mau sekolah, kuliah atau bekerja yang diperlukan adalah belanja. Hidup kita sekarang ini tidak bisa lepas dengan belanja. Belanja adalah gaya hidup kita dimasa sekarang dan masa yang akan datang. Motivasi seseorang untuk berbelanja tidak lagi guna memenuhi kebutuhan primer yang ia perlukan sebagai manusia, melainkan terkait dengan hal lain yakni identitas. Dari situ dilihat bahwa gaya hidup bersifat kolektif dan tidak tunggal. Gaya hidup adalah hasil kreasi dan adopsi artifisial. Karena itu, gaya hidup merupakan masalah pilihan. Gaya itu dapat dipakai dan dibuang sesuka hati, kapanpun dan dimanapun. terutama yang yang digerakkan oleh arus komsumsi dan budaya popular. Untuk bertahan hidup, sesuatu gaya hidup membutuhkan ruang, media, dan publik pendukungnya. Kita tidak mungkin bisa memahami implikasi suatu gaya hidup tanpa menyelami motivasi, sikap, dan nilai yang ada di balik pendukungnya dan kesadaran historis sebuah generasi yang telah memilih suatu gaya hidup sebagai cara untuk memaknai kehidupannya. Dengan demikian pengumpulan data dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif beranjak dari prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, selain itu peneliti juga menggunakan metode wawancara dengan informan yang dianggap memiliki informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Subjek yang dituju untuk diteliti merujuk pada ibu-ibu yang melakukan aktivitas berbelanja dilihat dari karakteristik kelas sosial dan status perkawinan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa proses berbelanja tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan nilai guna semata namun setiap barang yang yang dibeli oleh ibu-ibu tentunya didasari oleh sejumlah alasan. Alasan yang dimaksudkan disini adalah rasionalisasi yang dibangun oleh ibu-ibu terhadap barang yang dipilih. Memilih suatu barang bukannya tanpa pertimbangan, setiap orang yang akan membeli pasti melalui proses seleksi. Pada proses itulah bekerja alasan-alasan yang menjadi faktor dalam menentukan pemilihan terhadap barang. Kata Kunci : Motif dan Konsumerisme

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up