Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulKEDUDUKAN SOSIAL HAJI PEREMPUAN ETNIS BANGGAI DI DESA LAMPA KECAMATAN BANGGAI KABUPATEN BANGGAI LAUT
Nama: WISMAWATI L. TUDO
Tahun: 2020
Abstrak
ABSTRAK Wismawati L. Tudo: Stambuk B 301 13 025, Judul Skripsi “Kedudukan Sosial Haji Perempuan Etnis Banggai Di Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut” dibimbing oleh Juraid Abd.Latif, sebagai pembimbing utama dan Hendra, sebagai pembimbing pendamping.Kenyataan besarnya minat perempuan Etnis Banggai menunaikan ibadah haji yang tidak dapat dipungkiri merupakan satu hal yang menarik perhatian, mengingat di satu pihak ibadah haji sangat bergantung pada kemampuan finansial seorang muslim yang dikenal dengan Ongkos Naik Haji yang relative mahal. Sedangkan di lain pihak taraf kehidupan ekonomi masyarakat Banggai masih relative rendah dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Dengan demikian, hal tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran persepsi masyarakat dalam memandang orang yang telah berstatus haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap kedudukan sosial haji perempuan serta aktivitas dan perilaku keseharian haji di Desa Lampa.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif yakni penelitian yang mengambil data kemudian menggambarkan gejala sosial secara obyektif. Penentuan informan dilakukan secara snowball. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) studi literatur yang diperoleh dengan cara mengumpulkan bahan-bahan bacaan yang relevan dengan objek penelitian. (2) penelitian lapangan yang terdiri atas pengamatan (observasi), wawancara, dan Dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap kedudukan haji dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan ilmu agama.Kedudukan haji dianggap mampu menaikkan status sosial pada pandangan tradisional. Pandangan modern, kedudukan sosial haji hanya untuk melaksanakan ibadah sebagai rukun islam yang ke lima. Perempuan sebagai prioritas melaksanakan ibadah haji dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, faktor tradisi, faktor kedudukan, dan faktor pekerjaan. Laki-laki yang terlebih dahulu berangkat haji dianggap oleh masyarakat haruslah orang yang mempunyai banyak harta karena kelak setelah ia melaksanakan ibadah haji maka ia tidak boleh lagi melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dan kehajiannya tidak memberikan dampak yang terlalu baik bagi keluarga dan masyarakat. Kualitas ibadah haji seseorang sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku keseharian haji di Desa Lampa. Masyarakat yang telah melakukan ibadah haji mendapatkan keistimewaan dimana mereka lebih dihormati dan disanjung dibandingkan dibandingkan dengan yang belum melaksanakan ibadah haji. Penghormatan dan penghargaan yang diperoleh dari beberapa lingkungan seperti lingkungan keluarga dan lingkungan sosial. Kata kunci: Kedudukan, Haji, Perempuan

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up