Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulSIMBOL DAN MAKNA RITUAL ‘’KEDANG’’PADA ETNIS TAU TA’A DIDESA MOLOWAGU KECAMATAN BATUDAKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA
Nama: SITI RAHMA
Tahun: 2019
Abstrak
ABSTRAK Siti Rahma, B 301 12 054. Judul skripsi: simbol dan makna ritual ‘’kedang’’pada etnis tau ta’a di Desa Molowagu Kecamatan Batudaka Kabupaten Tojo Una-Una.dibimbimg oleh Ibu Kismarsilah selaku pembimbing utama, dan Bapak Hendra selaku pembimbing pendamping. Desa Molowagu adalah Desa yang berada di Kecamatan Batudaka Kabupaten Tojo Una-una yang memiliki banyak ritual keagamaan salah-satunya adalah ritual kedang. yang mendorong saya untuk melakukan penelitian di Desa Molowagu ialah tempat dimana masyarakat masih menjujung tinggi adat istiadat. Namun banyak juga anak cucu mereka sudah tidak lagi mengetahui maksud dan tujuan dalam pelakasanaan ritual tersebut. Ritual “kedang” yaitu ritual yang dilakukan pada anak perempuan yang telah mengalami masa haid (menstruasi) dan anak laki-laki yang telah sunatan (khitanan), namun pada saat ini, waktu pelaksaannya sedikit bergeser, pergeseran ritual yang di awali dari kepemimpinan Bapak Sagaf Tambale. Sekarang ritual ini sudah bisa di laksanakan ketika anak telah mengalami pergantian gigi. Adapun maksud dan tujuan pelaksanaan ritual ini agar anak tersebut sah menganut agama islam, dan supaya kelak anak tersebut dapat menjalani kehidupannya dengan baik dan benar, agar terhidar dari mala petaka, kesialan, dan terhindar dari penyakit, teruma masyarakat juga ingin mempercepat pendewasaan diri anak, karena ritual ini merupakan syarat utama sebelum anak tersebut tumbuh dewasa dan menikah. Berbagai simbol yang ada dalam ritual “kedang”, selain punya makna religi yang berwujud aktifitas dan tindakan manusia dalam melaksanakan kebaktiannya terhadap Tuhan yang Maha Esa serta sebagai ungkapan syukur mereka kepada Tuhan atas segala bentuk keselamatan serta perlindungan dan berkat yang mereka peroleh selama berada di dunia. dan juga kepercayaan terhadap leluhurnya, sebagai sarana untuk mempererat tali kekeluargaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive, yaitu memilih 6 orang informan yaitu: 2 sando (dukun) , 3 ja’i (keluarga), dan 1 totua ada (ketua adat). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka, penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara pendahuluan, wawancara mendalam. Penelitian ini menunjukan bahwa simbol dan makna ritual kedang pada etnis tau ta’a telah terjadi pergereran nilai, mulai dari waktu perlengkapan dan juga usia anak yang menjalani ritual. Yang dahulunya ritual kedang memerlukan waktu tiga hari sampai dengan satu minggu dalam pelaksanaannya namun sekarang hanya memerlukan waktu satu sampai dua hari saja, yang di mulai dari pengurusan perlengkapan dan juga pelaksanaan ritual kedang. Dari segi usia dahulu anak yang akan boleh menjalani ritual kedang, bagi laki-laki haruslah selesai sunatan ( khitanan) dan anak perempuan yang telah mengalami masa haid (menstruasi). Sekarang terjadi pergeseran sehingga anak telah boleh menjalani ritual kedang pada usia lima sampi enam tahun asalkan anak tersebut te;ah mengalami pergantian gigi. Kata Kunci :simbol, makna, ritual kedang

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up